Kamis, 19 Januari 2017

Hemat

Akhir-akhir ini banyak sekali pengeluaran. Fotokopi soal mulai dari soal TO aipki,  soal padi,  soal retaker,  soal optima,  dan banyak lagi soal lainnya. Bahas soal sampai mual muntah katanya. Alhasil kantong kering sekering keringnya. Cuma sisa beberapa ribu saja di kantong. Beli makan dan jajan dipikir-pikir dulu. Pengen sih puasa nabi daud lagi. Tapi klo niatnya cuma buat ngemat gag afdhol kan ya.

Waktu Bayar UKMPPD pun udah dibuka sampai rabu depan. Aku dan 4 orang teman lainnya yang juga menerima beasiswa bidik misi mencoba ngajuin pembebasan bayar UKMPPD ke dekanat. Semoga dikabulkan ya.. Aamiin..

Jumat, 06 Januari 2017

Manajemen Stress, Makanan bergizi, Olahraga teratur?



Lama tak menulis... Terakhir menulis tentang menyambur ramadhan lalu. Tepat selesai siklus jiwa. Lagi-lagi klo stress ujian muncul ide buat nulis atau ngerjain hal ini. � Ketika temen2 yang lain mampu membahas ratusan soal. Ku hanya merangkak seperti kura-kura. Kata temen : “dipaksain kak”.. Tapi boleh gag nulis dulu.���

Akhirnya aku sampai pada tahap ini �. Rotasi dua. Mencari pengalaman 10 minggu di dua puskesmas : Belimbing dan Nanggalo. Ternyata kerja di Puskesmas stressnya gag setinggi di Rumah Sakit…���

Teringat penjelasan dan diskusi dengan dokter preseptor Puskesmas beberapa hari yang lalu. Kami, dokter muda. Sering memberi edukasi pada pasien tentang manajemen stress, makanan bergizi, dan olahraga teratur. Tapi kalau ditanya lebih lanjut dan disuruh jelasin jadi agak terbata-bata. �

Pertama : Manajemen stress Kalau biasanya bilang ke pasien “kurangi stress ya pak, bu”..nah loh.. Gimana cara ngurangi stress kalo stressornya aja masih ada �.. Ibuk preseptor puskesmas pun berbagi ilmunya. Ada empat cara manajemen stress. yaitu ventilasi (menceritakan masalah kepada orang lain), relaksasi (menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya), rekreasi (mengalihkan ke hobi seperti menulis, membaca, menonton, travelling,dll), dan meningkatkan iman dan taqwa. Yuuk di coba satu-satu.

Kedua : makanan bergizi Apa sih yang dimaksud makanan bergizi? Kalau dulu disebut empat sehat lima sempurna. Kalau sekarang lebih ke gizi seimbang. Cukup karbohidrat (nasi, kentang, ubi-ubian,dll) , protein dan lemak (telur, ikan, ayam, dll), serat, vitamin, mineral (sayur, buah,dll), air putih, minum susu "jika suka dan sanggup membeli". Perlu ditekankan kata “cukup” ,gag kurang dan gag berlebihan. Gag perlu mahal juga. Sesuai kemampuan aja dan bervariasi tentunya ���

Ketiga : olahraga teratur. Ini merupakan hal yang agak sulit. Terkadang kita berfikir bahwa aktivitas sehari-hari seperti mencuci, memasak, bergerak sudah dianggap olahraga. Padahal kaidah olahraga itu adalah benar (pemanasan, inti, dan pendinginan), lama minimal 30 menit, minimal 3 kali seminggu, dan sesuai (sesuai dengan kondisi fisik dan tidak membosankan. Intinya menyenangkan �)

Itu sedikit ilmu yang didapat dan coba share biar ingat. Yuuk sama-sama saling koreksi jika ada yang kurang tepat..Yuuk sama-sama berusaha tuk diaplikasikan ���

Selasa, 07 Juni 2016

Bismillaah.. Neuro..

Bismillaah...
Bismillaah...
Bismillaah...

Berulang kali ku berucap, dalam cemas, dalam takut, dalam was was...

Mengapa?

Karena kali ini adalah tentang NEURO
siklus yang katanya paling berat, dan aku harus menjalaninya di sepanjang ramadhanku. kuatkanlah aku Ya Allah..
siklus yang kata segelintir orang bisa dapat A, tapi segelintir orang pun tidak lulus mungkin karena OSCE, karena ATTITUDE, dll.. dan aku menjalaninya di siklus-siklus akhirku, mulai abulia.
siklus yang banyak order KI, lelah... katanya interne + anak versi kecil, Astaghfirullaah.. Ampuni hamba Ya Allah. Akankah aku kuat menjalaninya di bulan puasa ini.
Siklus yang...

Aku tak bisa berucap lagi.
Aku memang mengeluh, Astaghfirullaah..
Tapi apalah daya,
Aku kali ini lebih suka berpasrah. Karena ketika berpasrah aku akan ikhlas dan yakin akan pertolonganNya.
Hanya itu.

Kamis, 02 Juni 2016

Menyambut Ramadhan

Kali ini tentang datangnya bulan yang dinanti-nanti umat islam, bulan penuh berkah, penuh ampunan. Ternyata H min 3.

Akhir-akhir ini aku disibukkan oleh ujian siklus jiwa dan pikiran-pikiran tentang menjalani siklus neuro di bulan ramadhan hingga harunya bulan ramadhan dirasa berkurang dan mengambang di udara.

Namun, ada segelintir orang, disebuah bangsal yang baru satu bulan ini ku kenal, setiap hari senantiasa mengingatkan ku tentang ramadhan.

Pertama... seorang laki-laki, usia 19 tahun, dengan kepala yang plontos (gundul), wajah datar, setiap kali aku berkunjung dan datang dia akan berkata “wak 7 hari lai pulang yo buk, wak puaso dirumah?” aku akan menjawab dengan baik “iyo, wak caliak perkembangan “I” dulu yo” . Ia akan diam mendengar jawabanku, lalu pergi, berlalu, dan menuju petugas lain dan berkata hal yang sama. Esok harinya pun demikian. Setiap kali aku datang. Sosok ini akan kembali berkata “wak 6 hari lai pulang yo buk. wak puaso dirumah”. aku akan mencoba menjawab dengan baik tanpa menyakiti hatinya atau memberi janji. “Siapo mangicek an samo “I” kalau 6 hari lai pulang?” Dia akan tetap menjawab “wak 6 hari lai pulang yo buk. wak puaso dirumah”. Dan aku akan mengakhiri dengan “iyo, wak caliak perkembangan “I” lu yo. rajin makan ubek yo”. Dia akan pergi, berlalu, dengan muka datar. Aku pertama kali mengenal sosok I ketika I datang bersama ayah dan ibunya ke IGD. Berdasarkan anamnesis dari keluarga. Sebut saja namanya “I”, marah-marah dan memukul orang tuanya (ibunya) satu hari sebelum datang ke RS, terdapat riwayat kecelakaan lebih kurang delapan bulan yang lalu, tidak sadarkan diri, kejang, dan dirawat di sebuah RS. Pasien pun dikenal menderita epilepsi dan mendapat obat epilepsi. Terakhir kejang dua bulan yang lalu. Ketika ditanya saat datang ke IGD kepada “I” : “Baa kok I sampai dibao ka siko”, I menjawab : “suntik mati selah wak lai buk”. Sosok ini mengingatkanku pada adik dirumah. Memang umur antara mereka berdua beda 5 tahun. Tetapi ketika melihat wajah I, entah mengapa jadi ingat adik laki-lakiku dirumah. Semoga Allah senantiasa menjaganya. “Cepat sembuh ya I". Ingin sekali aku bercerita dengan I, tetapi setiap kali ditanya, dia akan menjawab sedikit atau hanya diam, pergi berlalu, tidak bisa duduk tenang, tidak bisa diam, suka berpindah-pindah, tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Kedua... seorang laki-laki, 23 tahun. Aku mulai mengenalnya ketika pertama kali memasuki bangsal ini. Aku memilihnya untuk mejadi salah satu pasien yang di follow up. Pertama kali bertemu ia suka senyum dengan wajah polosnya. Satu minggu terakhir aku memilihnya untuk menjadi pasien ujian karena berdomisili di daerah Padang. Akupun mulai berkenalan dengannya, menanyakan kabar, sejak kapan dirawat, kenapa bisa dirawat, dll. Sosok ini akan menjawab sekedarnya. Raut wajahnya tampak kosong dan sendu. Aku hanya mendapat sedikit informasi ketika mengobrol dengannya, mungkin karena tidak seperti pasien lain yang banyak bicara, ia hanya sedikit berbicara. Ketika akan ujian, aku pun home visite kerumahnya. Siang hari, usai post dinas malam dan paginya masih mewawancarai G(sebut saja nama sosok ini G), aku bersama seorang teman berkunjung kerumahnya. Walau awalnya tersesat, aku pun sampai dirumah G ketika maghrib. Aku pun agak terkejut, yang ku jumpai adalah sebuah rumah kecil dengan kedai di bagian depannya, ada seorang laki-laki usia 60 an (ayah G), perempuan usia 50an (ibu tiri G), dan dua orang anak laki-laki (adik tiri G). Aku pun mulai berkenalan dengan mereka. Kami pun mengobrol tentang G, mulai dari kenapa ia bisa dirawat di RS, awal pertama sakitnya, dan semua tentang G. Obrolan dan wawancara pun selesai. Aku pun pamit pulang. Ketika di angkot pulang menuju kos. aku berpikir. Aku bersyukur misi ku terselesaikan, keluarga G welcome. Namun, aku kemudian tertegun dan terharu. Bagaimana tidak. Sosok G yang baru ku kenal ternyata adalah seorang anak yang sudah ditinggal ibu kandung nya sejak usia 6 tahun. Ibunya meninggal dunia dan ia pun tinggal bersama "etek"nya. ketika kecil, G dikenal sebagai sosok baik, patuh, pintar, tetapi pendiam dan tertutup. Ketika SMP, ia mengeluhkan "takut-takut" dan sering mimpi buruk dan melihat bayangan ibu kandungnya datang kepadanya. "etek" nya pun membawanya ke puskesmas. Di puskesmas ia mendapat obat yang hanya dapat dibeli di apotik diluar puskesmas. Ketika kelas 1 SMA, G ingin masuk SMK jurusan penjualan. Namun, ketika mendaftar, G terlambat dan sang ayah pun mengatakan "untuk apa sekolah jurusan penjualan, jualan aja lah di pasar". Akhirnya G melanjutkan sekolah ke SMA swasta. Ketika kelas 3 SMA, G ingin mempunyai motor, tetapi ia takut mengatakan kepada ayahnya, Ia hanya diam dan bermenung. Pernah suatu kali mencoba meminta, tetapi tak kunjung dikabulkan. G pun pergi ke Pulau bersama teman SMA dan guru komputer untuk acara sekolah. Sepulang dari Pulau, G demam dan menggigil, makan obat yang dibeli di warung, dan berobat tradisional. G merasa baikan, tetapi malas pergi ke sekolah. Ayahnya menyuruh ke sekolah, G tetap naik angkot ke sekolah, tetapi tidak menuju sekolah melainkan ketempat lain yang tidak tentu arah. G mulai bingung-bingung. G sering mondar-mandir dirumah, dan bertingkah aneh. Dia pun dirawat. Ini cerita untuk pertama kalinya dirawat dibangsal ini. Kedua kalinya dia dirawat karena memanjat tiang listrik, kesetrum, dan dibawa ke RS, dan ketiga kalinya (saat ini) dibawa ke RS karena marah dan memukul pintu yang diawali menung-menung dan malas beraktivitas. Dua bulan sebelum masuk RS (saat ini) nenek G yang dicintainya meninggal dunia, dia sedih dan menung-menung. Mmm... inilah serangkaian kisah G yang ku dapatkan dari cerita G sendiri dan ayah kandungnya. Tadi pagi ketika ku temui G, ia tampak sendu, malas bergerak, mudah lelah, suka membaringkan diri dilantai bangsal dan tidur-tiduran. Ketika ditanya, dia mengatakan tubuhnya kembali kaku. Kemaren sudah di beri THP. Aku pun bertanya bagaimana perasaannya hari ini, dia menjawab senang dan baik. Namun, dari raut wajahnya sepertinya berkata lain. Dia ingin cepat pulang, puasa dirumah bersama ayah, ibu, dan adiknya dan kembali bekerja ke pasar, "manggarobak"an barang-barang. Dia pun menambahkan akan berjualan cendol karena kebetulan mau bulan puasa. Aku pun berpesan, agar dia bersemangat, senantiasa bertanya padanya apa ada yang ingin dia ceritakan walau selalu jawabanya adalah "tidak ada" dan mengingatkannya untuk patuh minum obat.

Ketiga... seorang laki-laki, kira-kira 45 tahun. Sebut saja Tn. E. Sosok ini berbeda dari dua sosok diatas. Tn E adalah sosok yang cerewet walau bicaranya kacau, suka tertawa disetiap akhir ceritanya, tetapi dia baik, sopan, dan ramah. Setiap kali bertemu dan mengobrol, selalu bersemangat. Kadang kami bercerita tentang hal-hal dengan topik yang melompat-melompat. Tn E sering mengujiku tentang ilmu matematika, ilmu fisika, ilmu bahasa asing, dll. Alkisah, beliau pernah bercerita bahwa dulunya beliau waktu SMP adalah sosok paling pintar di Kabupatennya. Ketika melanjutkan SMA, beliau dan keluarga memutuskan untuk melanjutkan di kota besar (Padang). Namun, karena banyaknya saingan, beliau tidak lagi menjadi terbaik di sekolahnya (SMA), beliau pun mulai mengalami gangguan jiwa. Beliau juga pernah bercerita bahwa beliau masuk kuliah perikanan di Pekanbaru kemudian dijodohkan oleh keluarga. Mmm cerita yang rumit. Ketika ditanya, bagaiman perasaan Tn E ketika akan masuk bulan puasa. Tn E pun menjawab bahwa dia tidak ingin pulang dan ingin tinggal di bangsal ini saja. Saya pun bertanya kenapa. Beliau hanya berkata "dirumah beko eboh-eboh lo, banyak yang batangka ka bulan puaso ko, manantuan bulan, hahahaha". Saya pun ikut tertawa.

Mmm... demikianlah cerita segelintir orang yang mengingatkanku tentang ramadhan yang datang sebentar lagi. Aku bersyukur masih dapat menyambut ramadhan dengan kondisi "baik", "sehat", sehat jasmani dan rohani, sehat jiwa dan raga. Namun, segelintir orang disana, dibangsal itu, jiwanya sedang tidak sehat. Hikmahnya, aku bersyukur dan senantiasa memanfaatkan ramadhan kali ini untuk memperoleh pahala, ampunan, berkah hingga fitrah.Aamin

Jumat, 27 Mei 2016

Tulisanku : Ma'af

Sekali lagi maaf

Maaf guruku...
Aku mungkin bukan murid yang tau sopan santun...
Maaf guruku...aku memang murid yang tidak tau diri...

Maaf guru SD ku, waktu itu aku tidak tidak tau sopan santun.
Maaf guru SMPku, waktu itu aku tidak mendengar nasehatmu.
Maaf guru SMAku, aku meninggalkan jurusanku
Maaf konsulenku, aku mengabaikan sms mu yg menkonfirmasi bagaimana kabar pasien.

Aku sadar.
Aku orang yg acuh tak acuh.
Anak yang mungkin berusaha penurut tapi rendah dalam sopan santun dan tatakrama.
Maaf guruku.
Maaf...
Maaf,,,
Aku tau perasaanmu, anak muridmu ini mengecewakanmu.
Aku tau perasaanmu, anak muridmu ini tidak menghiraukanmu.
Maaf guruku, ampuni aku.
Apa yang harus ku lalukan hingga engkau mau memaafkanku?
:"( :"( :"( :"(


Sabtu, 14 Mei 2016

Sepertiga Malam : Do'aku

Jadi ingat, materi salah satu konsulen psikiatri tentang siklus kehidupan dan stressornya. Untuk seumuranku, stressornya adalah cita dan cinta..

Ya Allah, mudahkankah dan kuatkanlah ku dalam menggapai cita, luluskanlah dan tidak ngulang siklus obgyn kmrn, luluskan dan tidak ngulang untuk siklus sisa (jiwa, neuro, radio, anestesi), lancarkanlah rotasi 2 ku, bisakanlah aku ikut UKMPPD tepat waktu dan lulus one shoot. Aamin

Ya Allah, mudahkanlah aku dalam hal jodoh di waktu yang tepat. Jika waktu yang tepatnya, dalam waktu dekat, maka dekatkanlah dan mudahkanlah. Jika tidak dalam waktu dekat, ku yakin diwaktu yang tepat. itu untuk waktu. Untuk orangnya, aku yakin dan percaya akan takdirMu. Untuk usaha, Hamba memang saat ini bisa dikatakan tidak tau usaha yang sesuai syariat itu gimana? tentu tidak dengan pacaran. dengan pendekatan personal apa bedanya dengan pacaran? dengan minta mama jodohin tp malah jadi takut. minta dijodohin lewat liqo' Astaghfirullah, aku sudah lama gag liqo'.. Ya Allah Ampuni aku.

doaku pun berakhir.

Teman

Tentang seorang teman,
Aku terkadang memang tak terlalu peduli dan memikirkan...

Apakah aku punya teman dekat? sahabat? teman terbaik? teman yang senantiasa ada?
atau apakah aku pantas menjadi teman? terbiasa sendiri? introvert? suka sendiri?

Apa teman sesekolah dulu? sekampus? sesiklus? sedinas? dll...

Alhamdulillah, ada juga yang care, apa aku care,
Alhamdulullah, ada juga yang ngajak buat belajar bareng UKMPPD. Alhamdulillah. tp maaf kadang alin kelelahan, gag ikut belakar bareng. ato kadang males, ato kadang syetan menggoda dengan bisikin "kamu tu gag malu, klo lagi bahas soal bareng, yang lain banyak tau, kamu hanya melongo, iya-iyain".. Astaghfirullah, harusnya bisikan syetan itu ku lawan "gag kok, kita semua sama2 belajar, jika memang aku banyak gag tau dibanding yang lain, berarti itu positifnya, memotivasi belajar more and more"..

Film Surga Yang Tak Dirindukan

Assalaamu'alaikum wr wr...
para pecinta film indonesia yang keren2 dan sarat makna..
mmm.. harusnya bikin case,,,eh malah bloging.. Astaghfirullaah..
sebenarnya nonton film SYTD (Surga Yang Tak Dirinduka) nya ud beberapa bulan yang lalu, waktu siklus forensik, bulan februari/ maret.

sebenarnya agak kurang nangkap juga maksud filmnya. Klo disimpulin secara umum, film ini tentang bagaimana seorang wanita yang secara naluri gag bisa menerima untuk dimadu. Tapi apalah daya. Kita hambaNya tentu harus ikhlas akan takdirnya. Bahkan Allah dan Rasulullah pun telah berfirman dan bersabda tentang bagaimana hukum poligami.

Bagaimana pendapatku?
tentang poligami?
sejauh ini, hingga detik ini.. aku hanya bisa bergumam sambil mikir klo ditanya, mau gag dipoligami?
Aku takut bilang "tidak mau" karena itu berarti mengingkari firman Allah dan sabda Rasulullah. Aku juga takut untuk bilang "mau", Apakah aku kelak sanggup, membagi cinta dengan yang lain. Semua masih penuh pertanyaan. Hanya saja kali ini aku belajar untuk memahami. Bahwa Allah memberi takdir terbaiknya.

"Allah bisa saja memberimu nikmat dengan memberikan seorang suami yang utuh bagimu. Namun, Allah juga bisa memberimu nikmat dengan memberi kesempatan untukmu mendapat pahala untuk keikhlasanmu dipoligami."

Minggu, 08 Mei 2016

Siklus 9# Obgyn

Besok adalah penentuan, apakah aku lulu ato gagal.
Ya Allah, luluskanlah aku Ya Allah, dengan nilai terbaik. Aamin...

Berikut cerita obgynku,
lama siklus ini adalah 9 minggu.
Minggu 1 : masih pembekalan dan materi untuk kedaerah dan pembagian daerah. ada 5 daerah : Padang, Painan, Damasraya, Pariaman, Batusangkar. dan.. aku dapat di
Minggu 2, 3 : Padang, geges ilmiah
Minggu 4,5 : Pariaman, Alhamdulillah bisa maen ke pantai gondoriyah, makan nasi sek, makan sala lauk, minum kelapa muda, yang enak banget (mungkin karena kesananya selalu pas lagi lapaar.
Minggu 6,7 : Batu sangkar, lelah dinas proloong  ganti hari
MInggu, 8,9 : persiapan ujian dan ujian mcq dan osce...

Sayangnya klo lagi di Padang, males foto2...

PARIAMAN













BATU SANGKAR







Minggu, 23 Agustus 2015

Siklus 4# THT

Menyempatkan foto waktu dinas jaga malam...

 Menyempatkan maiin waktu dinas daerah (RS Ahmad Mochtar, Bukittinggi)



Siklus 3# Mata

Mata...
Siklus yang cukup menyenangkan..
Bagaimana tidak..
Awalnya, ketika tahu mendapat kelompok "A" dan konsules "A", sedikit takut.. Lagi-lagi karena cerita senior, konsulen "A" itu perfect. banyak tugas dan bla-bla,.. ternyata setelah dijalani,, konsulennya baiiik sekaalii... wlo emang setiap hari diberi tugas tulis tangan di double folio,,, tapi kelompok kami termasuk cukup santai dibanding kelompok satunya. Sementara kelompok satunya sibuk case, BST, CSS, berkali-kali karena sering diulang, ditunda, dll. Kelompok kami lebih sering menunggu di ruang gelap, membuat tugas, ikut OK, atau masuk ke box untuk belajar bersama residen..

with konsulen..

 selfii di ruang gelap..

selfii di ruang gelap 2...

sempat2 in jalan2 ke harau post siklus mata.. bye..

Siklus 2# Pediatric

Bicara soal siklus Pediatric (Anak).. Jari2 saya seakan sulit mengetik. Terlalu banyak yang diceritakan. Hanya bisa menuliskan
ALHAMDULILLAH LULUUS... :'(

Berikut beberapa foto :


foto bersama abang, kakak, dan uni RESIKA (Residen Ilmu Kesehatan Anak)


Foto waktu dinas daerah selama seminggu (RS Ahmad Mochtar, Bukittinggi)


 
Alhamdulillah...

Siklus 1# Public Health (PH)

Public Health adalah siklus pertamaku.
Ya.. cukup takut dan grogi memasuki dunia coass.
Kadang ada rasa syukur, kadang ada kecewa. Kenapa?? Banyak senior bercerita bahwa siklus PH itu Public Holiday, liburan, jalan2 ke Puskesmas, ilmiahnya gag berat, pokoknya gag berat..Makanya, bagusnya dapat siklus ini diskhir ato ditengah. Klo diawal, berarti bakalan mendaki, dari yang gag terlalu susah dulu seperti PH.

Setelah ku jalani, ternyata memang benar. Diawal perkenalan selama 3 hari siklus PH di bagian IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat), kami di beritahu bahwa kami akan ditempatkan salah satu puskesmas berikut :
1. Puskesmas A
2. Puskesmas B
3. Puskesmas C
4. Puskesmas D
Alhamdulillah, saya beserta beberapa teman yang baru memasuki dunia percoassan, diberi kesempatan oleh Uni sekretariat untuk memilih puskesmas yang akan ditempati. Saya masih ingat beberapa nasehat dari senior untuk tidak mimilih puskesmas "A", sebut saja "A". Saya tak ingin menyebut sebuah nama apa pun di tulisan ini. Ternyata teman2 dan senior2 yang sesiklus dengan saya saat ini pun hanya sedikit sekali yang memilih puskesmas "A" ini. Bisa dihitung jari. Uni sekre jadi kebingungan membagi kelompok. Alhasil, setelah berkali2 merubah2 kelompok dan anggotanya, Uni sekre pun memutuskan dan menemukan titik akhir. Dan... Aku pun sedikit syok dan sedih, ternyata aku ditempatkan di Puskesmas "A". Akhir kata yang bisa menguatkan dan meyakinkan "Ikhlas".

Ternyata semua tak seseram yang kami (saya, teman, dan senior se kelompok) bayangkan. Alhamdulillah, kami bisa melalui semua, melalui segala. Dan Alhamdulillah selesai.

ini beberapa foto saya bersama teman se kelompok PH.

ini foto bersama ibuk2, uni2, di Puskesmas 'A', dan juga bersama mahasiswa FKM UNBRAH


Ini waktu wabah difteri di Kota Padang, kami berkunjung ke sekolah sekitar untuk memberikan vaksin.


 Seusai bertugas sekaligus belajar di Puskesmas, kemudian bimbingan POA ke rumah Prof, kami menyempatkan ke Bukit Nobita, malamnya..


Terimakasih untuk kuenya.. ini kue ultahku bersama rekan2 se puskesmas :)

Minggu, 16 Agustus 2015

Ceritaku : All About KKN


KKN alias Kuliah Kerja Nyata....
awalnya merasa malas untuk KKN, buat apa sih, toh nyatanya udah sarjana. Nah.. ini nih yang bikin keseel, klo di Universitas lain, anak FK, KKNnya tetep sama dengan jurusan lain yaitu dilaksanakan di semester 6, tapi klo di Unand, anak FK baru bole KKN di semester 8 yang rata-rata udah pada sarjana (S.Ked) dan udah sibuk coass (Senior Clerkship). So... jadinya males, ribet, rempong.. harus ngebagi waktu. Palagi jadinya kurang greget karena se KKNnya sama junior jurusan lain yang rata-rata masih semester 6.

Tapi.....
Ternyata setelah dilalui, selese juga... dengan kesimpulan ...
KKN itu indah untuk dikenang tapi tak ingin diulang...

ini nih cerita KKN yang gw jalanin..
ini nih teman2 alias adik2 se KKN senagari
















diawali dengan apa aja sih proker yang gw kerjain bersama teman2 sejorong dan senagari..


Lampiran. Dokumentasi Kegiatan
1.    Skrining Tumbuh Kembang Anak 
 


 
     














2. Pelatihan Microsoft Word pada Siswa/i Sekolah Dasar















3. Belajar Kesenian Tradisional Alat Musik Sampelong














4. Mempelajari Mata Pencarian Masyarakat Talang

















5. Membuat Plang Batas Dusun Jorong Talang
6. Kuesioner Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
7. Gotong Royong Membersihkan Mesjid Nurul Iman
8. Ceramah Pada Shalat Subuh di Mesjid
9. Lomba Cerdas Cermar sebagai Peringata Nuzul Qur'an
10. Buka Bersama Mahasiswa KKN Kabupaten 50 Kota dengan Rektor Universitas Andalas
11. Buka Bersama Anak Yatim
12. Gotong Royong Perluasan Mesjid Nurul Iman
13. Galanggang Anak Nagari
14. Perayaan Ulang Tahun
15. Sumarak Talang
16. Tenda Tensi
17. PHBS di TK Al-Hidayah
18. Melatih Persiapan 17 Agustus di TK Al-Hidayah
19. Melatih PBB Siswa/i SDN 02 Talang Maua

Next...
ini nih rumah gadang yang aku dan teman2 sejorong tempati..
Keliatannya seram, kuno, tua, dan antik.
butuh adaptasi yang luarbiasa untuk tinggal 45 hari disini..


 













Nah.. ini yang dusebur keluarga muje.. Kenapa disebut keluarga muje? Diawali dengan salah seorang anggota keluarga yang terharu nonton film india "Tare Zamen Par". trus dia jadi suka muter lagu salah satu sountrack film ini dan di lagu tersebut ada lirik "Papa Muje.."... haha,, ntah lah rada gaje,, mungkin..

















Selain sibuk ngerjain proker,.. kami juga sibuk jalan2... 















Batang Tabik, Payokumbuah :) ....















Harau, Payokumbuah .....


 
Naiakk Sampan di Harau...















Aia Tajun Tujuah Tingkek, Jorong Talang.. I must hike for one hour to get this -_-''















Sungai Baringin, Payokumbuah ......
















Tara Cafe, Payokumbuah

Entri Terbaru

Tokoh Indonesia dan Nilai Berakhlak