Senin, 01 Oktober 2012

MUKJIZAT AL-QUR’AN DILIHAT DARI SUDUT PANDANG PERKEMBANGAN ILMU EMBRIOLOGI (KARYA TULIS ILMIAH AL-QUR’AN)


KARYA TULIS ILMIAH AL-QUR’AN

MUKJIZAT  AL-QUR’AN DILIHAT DARI SUDUT PANDANG PERKEMBANGAN ILMU EMBRIOLOGI

Disusun Untuk Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an
Tingkat Universitas


Disusun Oleh:
 Nurfazlina (1110312157)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2012




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... ... i       
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................. ... ii
KATA PENGANTAR............................................................................................. .. iii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................. .. 1
A.    Latar Belakang Masalah............................................................................ .. 7
B.     Rumusan Masalah..................................................................................... .. 8
C.     Tujuan.......................................................................................................... 9
D.    Manfaat..................................................................................................... .. 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.    Ilmu Embriologi dan Perkembangannya.................................................... 23
B.     Gambaran Perkembangan Manusia dalam Ilmu Embriologi..................... 13
C.     Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Perkembangan Manusia............................ 23
BAB III METODE PENULISAN
BAB IV PEMBAHASAN
A.    Kesesuain Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Perkembangan Manusia
dengan Gambaran Perkembangan Manusia Perkembangan
dalam Perkembangan Ilmu Embriologi...................................................... 33
B.     Al-Qur’an Sebagai Sumber Inspirasi dalam Perkembangan Ilmu
Embriologi................................................................................................. 41
BAB V PENUTUP
A.    Kesimpulan ............................................................................................... 52
B.     Saran-Saran................................................................................................ 52
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 53



KATA PENGANTAR


Puji syukur kami Panjatkan Kehadirat Allah SWT Rabb Yang Maha Kuasa dengan kasih dan sayang-Nya, berkat rahmat dan kuasa-Nya memberikan jalan untuk menyelesaikan karya tulis Al-qur’an ini dengan judul Mukjizat  Al-Qur’an dilihat dari Sudut Pandang Perkembangan Ilmu Embriologi”.
Penyusunan karya tulis Al-qur’an ini dapat selesai tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan kali ini kami dengan segala kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1.      Ibu Prof.Dr.dr.Hj. Eryati Darwin, PA(K) selaku Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Andalas atas segala dukungan dan perhatiannya.
2.       sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan, sehingga kami bisa menyelesaikan karya tulis ini.
3.      Teman-teman seperjuangan di Fakultas Kedokteran yang memberikan dukungan dan bantuannya, sehingga kami bisa menyelesaikan karya tulis ini.
4.      Semua pihak yang telah membantu dari awal hingga akhir yang penyusunan Karya tulis Al-qur’an ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya berikutnya. Semoga karya ini bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Padang, 16 Oktober 2012


                         Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad saw. Kurang lebih empat belas abad yang lalu dan dalam kurun waktu lebih kurang dua puluh tahun, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur. Sebagai kitab suci umat islam, ia tidak akan berubah tidak dapat ditandingi hingga akhir zaman karena merupakan mukjizat yang teragung untuk dipelajari, dijadikan panduan dan diamalkan oleh seluruh umat manusia sepanjang zaman.Firman Allah SWT :
Artinya : Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa (QS. Al-Baqarah : 2)
Sebagai petunjuk bagi manusia, Di dalam Al-Qur’an dijumpai ayat-ayat tentang proses perkembangan manusia. Hal ini telah menjadi perhatian para saintis terutama saintis muslim sejak beberapa abad yang lalu. Bahkan, penafsiran ayat-ayat tentang perkembangan manusia ini pun telah berkembang seiring perkembangan ilmu manusia terutama ilmu embriologi
Seiring perkembangan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang perkembangan manusia, ilmu embriologi (cabang ilmu biologi mengenai pembentukan, pertumbuhan pada tingkat permulaan, dan perkembangan embrio) pun terus berkembang. Disatu sisi, terdapat keseuaian perkembangan ilmu embriologi dengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang perkembangan manusia. Namun, disisi yang lain hal ini malah menimbulkan kontroversial yang memicu para saintis untuk membandingkan dan terus meneliti lebih jauh.
Sementara itu , sebuah pengakuan menakjubkan dari Profesor Emeritus Keith Moore, salah seorang saintis anatomi dan embriologi terkemuka di dunia berusaha menjawab masalah diatas. Dalam sebuah pertemuan, ketika diminta memberikan analisanya terhadap ayat-ayat Qur’an dan pernyataan Nabi, beliau tercengang. Ia bertanya-tanya, bagaimana mungkin Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 14 abad yang lalu, dapat memaparkan embrio dan fase perkembangannya secara mendetail dan akurat, dimana para saintis telah mengetahuinya hanya pada akhir abad ketiga belas. Bagiamanapun, dengan sangat cepat ketakjuban Profesor Moore tumbuh menjadi kekaguman terhadap wahyu dan bimbingan ini. Beliau memperkenalkan pandangan-pandangan ini ke dalam intelektualitas dan siklus saintifis. Beliau juga memberikan kuliah terhadap kesesuaian modern embriologi dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Kemudian beliau menambahkan semua yang terkait kekaguman terhadap ayat-ayat Qur’an ini pada edisi ketiga bukunya, The Developing Human.
               
B.     Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana Kesesuaian antara perkembangan ilmu embriologi dengan penafsiran ayat- ayat Al-Qur’an tentang perkembangan manusia.
2.    Bagaimana Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam perkembangan ilmu embriologi.

C.     Tujuan

Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penulisan ini adalah:
1.      Mengetahui kesesuaian antara perkembangan ilmu embriologi dengan penafsiran ayat- ayat Al-Qur’an tentang perkembangan manusia.
2.      Menemukan dan menjelaskan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam perkembangan ilmu embriologi.

D.    Manfaat

1.      Memberikan pemahaman kepada pembaca tentang mukjizat Al-Qur’an dalam bidang ilmu pengetahuan, khususnya dalam perkembangan ilmu embriologi, melalui ulasan kesesuaian antara perkembangan ilmu embriologi dengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang perkembangan manusia.
2.      Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam perkembangan ilmu embriologi.
3.      Meningkatkan keingintahuan untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam Al-Qur’an sehingga meningkatkan iman kepada kitab suci Al-Qur’an.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Ilmu Embriologi dan Perkembangannya

Ilmu embriologi adalah studi tentang proses perkembangan dari sebuah sel menjadi seorang bayi dalam 9 bulan dan kajiannya mencakup faktor molekuler, selular, dan struktural yang berperan. Ilmu embriologi ini diperlukan karena menghasilkan pengetahuan yang esensial dalam strategi perawatan kesehatan untuk menghasilkan produk reproduksi yang lebih baik.

Pendekatan ilmiah untuk meneliti ilmu embriologi terus berkembang selama ratusan tahun. Dalam hal ini, pendekatan anatomis mendominasi penelitian-penelitian awal. Para peneliti terus melakukan pengamatan dan menjadi semakin canggih dengan ditemukannya berbagai peralatan optic dan teknik diseksi.

Pada abad ke-20, bidang embriologi eksperimental terus berkembang pesat. Banyak eksperimen dirancang untuk menelusuri sel selama perkembangannya untuk menentukan turunan sel-sel tersebut. Pendekatan ini mencakup pengamatan terhadap mudigah transparan dari tunicate (sejenis hewan laut) yang mengandung sel-sel berpigmen yang dapat dilihat melalui mikroskop. Kemudian pada tahun 1960an, digunakan teknik pemberian label dengan zat radioaktif dan autoradiografik. Pemantauan nasib sel dengan teknik ini dan berbagai teknik lain menghasilkan informasi berharga tentang asal mula berbagai organ dan jaringan.

Ilustrasi pertama yang diketahui tentang sebuah janin digambar oleh Leonardo Da Vinci pada abad ke-15. Pada abad ke-2 Masehi, Galen menggambarkan Plasenta dan membran fetal di bukunya yang berjudul ‘On the Formation of the Fetus’. Mungkin, karena inilah para dokter pada abad ke-7 M kemungkinan besar telah mengetahui bahwa embrio manusia berkembang di dalam uterus, namun tetap saja tidak mungkin mereka mengetahui bahwa embrio tersebut berkembang secara bertahap, walaupun Aristoteles telah menggambarkan tahap-tahap perkembangan embrio ayam pada abad ke-4 sebelum masehi. Pemahaman bahwa embrio manusia berkembang secara bertahap tidak dibahas dan diilustrasikan sampai abad ke-15.
Baru setelah Mikroskop ditemukan pada abad ke-17 oleh Leueewenhoek, deskripsi tentang embrio ayam dibuat, namun pengetahuan akan perkembangan embriologi manusia tidaklah diketahui secara mendetail melainkan setelah abad ke-20 setelah Streeter (1941) mengembangkan sistem pertama kali tentang tahap perkembangan embrio yang kemudian digantikan oleh sistem yang lebih akurat yang dikemukakan oleh O’Rahilly (1972).

B.     Gambaran Perkembangan Manusia dalam Ilmu Embriologi

Proses pembentukan  embrio pada manusia diawali dengan proses senggama (koitus) antara pria dan wanita. Menurut Wikipedia, pada waktu berhubungan cekcual seorang pria dapat mengeluarkan 300-400 juta sel sperma. Namun dari sekian banyak sel sperma, hanya satu sel sperma yang dapat membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi akan menjadi zigot dan menempel pada dinding rahim. Setelah beberapa jam, zigot akan mengalami beberapa fase berikut ini.
·         Fase morulla. Dalam fase ini zigot membelah secara mitosis berturut-turut sehingga menjadi 2-4-8-16 dan akhirnya 32 buah sel.
·         Fase blastulla. Pada fase blastulla ditandainya dengan terjadinya pembentukan rongga tubuh dan jaringannya.
·         Fase gastrulla. Pada fase ini terjadi pembentukan 3 lapisan pada dinding rahim, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
Selanjutnya, zigot membentuk embrio yang diselubungi oleh kantung kuning telur (bagian ini tidak berkembang pada janin manusia), amnion, alantonis, dan korion. Setelah semua membran dan plasenta terbentuk, maka embrio bisa disebut sebagai janin atau fetus. Janin memperoleh makanan dan oksigen dari darah induk (ibunya) dan memberikan zat-zat sisa metabolisme ke dalam darah ibu untuk dibuang.
Pada bulan pertama perkembangan embrio manusia ditandai dengan alat-alat tubuh yang cukup penting telah mulai terbentuk dan sudah mulai berfungsi walaupun belum sempurna. Kaki dan tangan belum terbentuk pada bulan pertama usia kehamilan. Demikian pula otak janin masih berupa gumpalan darah. Panjang embrio pada usia kandungan satu bulan sekitar 2.5 sampai 6 mm.
Berikutnya, pada bulan kedua usia kehamilan embrio telah terbentuk kaki dan tangan, alat-alat kelamin bagian dalam, rangka yang masih berupa tulang rawan, alat-alat bagian muka dan beberapa alat penting yang lain. Panjang embrio pada usia kandungan dua bulan adalah antara 25 sampai 40 mm.
Pada bulan ketiga usia kehamilanan, hampir seluruh alat tubuh secara lengkap telah terbentuk, termasuk alat kelamin luar. Panjang janin pada fase ini sekitar 70 sampai 100 mm dan dapat dibedakan antara janin laki-laki atau perempuan. Lalu pada bulan keempat kehamilan seorang wanita, kondisi janin mulai terbentuk kulit, rambut, kelenjar keringat dan kelopak mata. Gerakan janin sudah terasa oleh ibunya. Panjang janin saat itu sekitar 145 mm.
Sejak minggu ke-12 usia kehamilan seorang wanita, janin hanya mengalami pertumbuhan ke arah membesar dan memanjang hingga menjelang kelahirannya. Secara normal, lama masa kandungan manusia adalah 9 bulan lebih 10 hari. Pada waktu bayi lahir, ia segera bernafas dengan paru-paru sehingga aliran darah dari plasenta terhenti. Pernafasan tersebut biasanya diawali dengan tangisan.

C.     Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Perkembangan Manusia

1.       
يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْضِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمَاتٍ ثَلاَثٍ
Artinya : “………Dia menjadikanmu dalam perut (uterus) ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan……(QS Az-Zumar 39:6)
Maksudnya : Tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.
2.       
http://bahagia.us/_latin/23/23_14.png
 [23:14] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
ِنَّا خَلَقْنَا الإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَطٍ أَمْشَاجٍ
Artinya : Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari tetesan air yang bercampur.” (QS Al-Insan : 2)
3.       
وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ
Artinya : dan Ia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan pemahaman (hati)” (QS an-Nahl : 78)
4.       
ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِمُخَلَّقَةٍ
Artinya : Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna” (QS Al-Hajj : 5)
5.       
لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِيْ الأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى
Artinya : Agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan di dalam rahim (uterus), apa yang kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan” (QS Al-Hajj : 5)


BAB III
METODE PENELITIAN

Adapun skema penulisan karya tulis ini dapat ditunjukkan bagan sebagai berikut:




 






















Gambar 1. Skema Metode Penelitian



Teknik pengumpulan data diambil dari bebragai sumber yaitu artikel-artikel di internet, buku literatur, jurnal, koran, dan beberapa makalah yang mendukung. Data yang dikumpulkan mengenai mukjizat al-qur’an dilihat dari sudut pandang perkembangan ilmu embriologi. Teknik pengolahan data menggunakan analisis data kualitatif yaitu mendeskripsikan fenomena, mengklasifikasikannya, dan melihat bagaimana konsep-konsep yang muncul itu saling berkaitan dengan yang lainnya. (Nana Syaodih Sukmadinata, 2006: 60).


BAB IV
PEMBAHASAN

C.     Kesesuain Penafsiran Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Perkembangan Manusia dengan Perkembangan Ilmu Embriologi.

1.       
يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْضِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمَاتٍ ثَلاَثٍ
Artinya : Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (QS az-Zumar : 6)
Syaikh Ibnu Sa’di rahimahullahu menjelaskan penafsiran ayat ini : “yaitu Alloh menciptakan kalian thur ba’da thur (tahap demi tahap bentuknya), dan kalian dalam keadaan dimana tidak ada tangan satu makhlukpun memegang kalian dan mata melihat kalian, dan Dia-lah Alloh yang memelihara kalian di dalam tempat yang sempit tersebut (perut ibu, uterus), “dalam tiga kegelapan” yaitu kegelapan perut [zhulmatul Bathni], kegelapan rahim [zhulmatur rahmi] kemudian kegelapan tembuni/ari-ari [zhulmatu masyimah].
Sains modern menjelaskan bahwa tahapan perkembangan embrio di dalam uterus memang terjadi secara bertahap, bentuk demi bentuk. Dan sains modern menjelaskan bahwa janin manusia berada pada tiga lapisan, yaitu :
1.      Dinding anterior abdomen
2.      Dinding uterus
3.      Membran Amniochorionic (lihat Gambar 1)
gambar1.jpg

(Gambar 1. Gambar irisan sagital dari abdomen dan pelvis (tulang kelamin) wanita menunjukkan janin di dalam uterus. Tiga kegelapan tersebut adalah : (1) Dinding anterior abdomen, (2) Dinding uterus, dan (3) Membran Amniochorionic.)
Penafsiran di atas tidak menyelisihi perkembangan ilmu emberiologi, dimana “tiga kegelapan” tersebut yang dijelaskan oleh Syaikh as-Sa’di adalah sama dengan yang disebutkan di perkembangan ilmu emberiologi.
Zhulmatul Bathni (kegelapan perut) bisa diinterpretasikan sama dengan dinding anterior abdomen. Karena bathnun sama dengan abdomen. Zhulmatur rahmi (kegelapan rahim) sama dengan dinding uterus, karena rahim yang dimaksud adalah uterus. Zhulmatul Masyimah (kegelapan tembuni) identik dengan membran amnichorionic.

2.       
http://bahagia.us/_latin/23/23_13.png
Artinya : “Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS Al-Mu’minuun 23 : 13).
 Syaikh as-Sa’di rahimahullahu berkata : “Nuthfah adalah sesuatu yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan kemudian menetap di “tempat yang kokoh” yaitu rahim, yang memeliharanya dari rusak, cedera dan selainnya.”
Sesuatu yang keluar dari sulbi laki-laki adalah spermatozoa dan yang keluar dari wanita adalah ovum. Lantas keduanya bercampur sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :
إِنَّا خَلَقْنَا الإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَطٍ أَمْشَاجٍ
Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari tetesan air yang bercampur.” (QS Al-Insan : 2)
Campuran keduanya ini membentuk zigot yang membelah diri membentuk blastocyst yang tertanam secara kuat di uterus (tempat yang kokoh). (Gambar 2)
gambar2.jpg

Gambar 2 : Blastocyst yang tertanam dalam uterus

3.       
ثُمَّ خَلَقْنَا النُطْفَةَ عَلَقَةً
Kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqoh” (QS Al-Mu’minun : 14)
Kata ‘Alaqoh dari sisi bahasa Arab bermakna 3, yaitu :
1.      Bermakna lintah.
2.      Bermakna sesuatu yang tergantung.
3.      Bermakna segumpal darah.
Tiga makna yang terkandung di dalam kata ’Alaqoh ini tidak ada yang menyelisihi fakta perkembangan ilmu emberiologi sedikitpun.
Alaqoh bermakna sebagai lintah, Ini adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia sejak berusia 1-24 hari ketika menempel di endometrium pada uterus, serupa sebagaimana ‘lintah’ menempel di kulit. Serupa pula dengan ‘lintah’ yang memperoleh darah dari inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari “endometrium deciduas” saat hamil. Hal ini sangat luar biasa bagaimana embrio yang berumur 23-24 hari bisa menyerupai seekor lintah (Gambar 3). Selama mikroskop dan lensa belum ditemukan pada abad ke-7, para dokter tidak akan tahu bahwa embrio manusia memiliki penampakan seperti lintah.
Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘alaqoh, Profesor Moore, seorang profesor Emeritus ahi anatomi dan embriologi dari Universitas Toronto Kanada, menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Profesor Moore lantas menempatkan sebuah gambar embrio dan lintah bersebelahan.
Gambar 1. Bagan yang menggambarkan kemiripan dalam hal penampilan antara lintah dan embrio manusia pada fase 'alaqah.

Gambar 3. Bagan yang menggambarkan kemiripan dalam hal penampilan antara lintah dan embrio manusia pada fase 'alaqah. (Dari Human Development as Described in the Quran and Sunnah, Moore dkk. hal. 37. Digubah dari Integrated Principles of Zoology, Hickman dkk. Gambar embrio dari The Developing Human, Moore dan Persad, ed. 5, hal. 73)
Arti kedua, ‘alaqoh adalah ‘sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘alaqoh. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah.
Kita dapat melihat pada bagan ini bagaimana embrio pada fase 'alaqah bergantung dan menempel di dalam rahim (uterus) sang ibu.

Gambar 4. Kita dapat melihat pada bagan ini bagaimana embrio pada fase 'alaqah bergantung dan menempel di dalam rahim (uterus) sang ibu. (The Developing Human, Moore dan Persaud, ed 5, hal 66)
Gambar 3. Pada fotomikrograf ini kita dapat melihat bergantungnya embrio (panah B) pada fase 'alaqah (sekitar umur 15 hari) di dalam rahim sang ibu. Ukuran sebenarnya dari embrio ini adalah sekitar 0.6 mm.

Gambar 5. Pada fotomikrograf ini kita dapat melihat bergantungnya embrio (panah B) pada fase 'alaqah (sekitar umur 15 hari) di dalam rahim sang ibu. Ukuran sebenarnya dari embrio ini adalah sekitar 0.6 mm. (The Developing Human, Moore, ed. 3, hal. 66, dari Histology, Leeson dan Leeson)
Arti ketiga adalah ‘segumpal darah’. Hal ini signifikan untuk mengamati sebagaimana pernyataan Profesor Moore, bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh mengalami peristiwa internal yang sudah dikenal, seperti pembentukan darah pada pembuluh tertutup, sampai siklus metabolisme selesai di plasenta. Selama tahap ‘alaqoh, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan inilah alasan mengapa embrio memiliki penampakan seperti gumpalan darah.

Gambar 6. Bagan sistem peredaran darah primitif pada embrio dalam fase 'alaqah. Penampilan luar dari embrio dan kantungnya mirip dengan gumpalan darah karena adanya darah yang relatif banyak di dalam embrio. (The Developing Human, Moore, ed. 5, hal. 65)

4.       
ثُمَّ خَلَقْنَا العَلَقَةً مُضْغَةً
Kemudian ‘alaqoh itu kami jadikan mudhghoh” (QS Al-Mu’minun : 14)

Kata Mudghah bermakna “substansi yang dikunyah atau gumpalan yang dikunyah”. Akhir minggu ke empat, embrio manusia tampak seperti gumpalan yang dikunyah atau daging. Penampakan kunyahan menunjukkan dari somit yang menyerupai tanda gigi. Somit merepresentasikan permulaan primordia dari vertebrae.
Gambar 6. Ketika membandingkan tampilan embrio pada fase mudghah dengan permen karet yang dikunyah, ditemukan persamaan antara keduanya. A). menggambarkan embrio pada fase mudghah. Kita menemukan somit pada bagian belakang embrio seperti bekan kunyahan gigi. (The Developing Human, Moore and Persaud, 5th ed., p. 79.). B) Gambaran sepotong permen karet yang dikunyah


5.       
ثُمَّ أَنْشَأْنَاُه خَلْقًا ءَاخَرَ
Kemudian kami jadikan mudghoh itu ‘idhoman (tulang belulang), lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan lahma (daging/otot)” (QS Al-Mu’minun : 14)

Ayat di atas mengindikasikan bahwa setelah tahap mudhghoh, tulang belulang dan otot terbentuk. Hal ini sesuai dengan perkembangan embriologi. Pertama tulang terbentuk sebagai model kartilago (tulang rawan) dan otot (daging) berkembang menyelimutinya dari mesodermal somatik.
6.       
ثُمَّ أَنْشَأْنَاُه خَلْقًا ءَاخَرَ
Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain” (QS Al-Mu’minun : 14)
Ayat di atas mengimplikasikan bahwa tulang dan otot menghasilkan bentukan/formasi makhluk dengan bentuk yang lain. Hal ini bisa mengacu pada manusia yang masih berupa embrio yang terbentuk di akhir minggu ke delapan. Pada tahap ini, embrio memiliki karekteristik khusus dan memiliki primordia (bakal) seluruh organ dan bagian-bagiannya baik internal maupun eksternal. Setelah minggu ke delapan, embrio ini disebut fetus. Hal ini menjadikannya sebagai makhluk yang baru yang berbentuk lain. Maha Suci Alloh, Pencipta yang paling baik.

7.       
وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ
dan Ia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan pemahaman (hati)” (QS an-Nahl : 78)
Ayat di atas mengindikasikan bahwa indera khusus seperti pendengaran, pengelihatan dan peraba berkembang pada tahap ini, adalah benar. Primordia (bakal) telinga internal nampak sebelum permulaan perkembangan mata, dan otak (tempatnya pemahaman) berdiferensiasi terakhir kali.


8.       
ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِمُخَلَّقَةٍ
Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna” (QS Al-Hajj : 5)
Penggalan ayat di atas mengindikasikan bahwa embrio tersusun atas jaringan yang berdiferensiasi (sempurna kejadiannya) dan jaringan yang tak berdiferensiasi (tidak sempurna). Sebagai contoh, ketika tulang kartilago (rawan) berdiferensiasi, jaringan ikat embrio atau mesenkim yang menyelubunginya tak berdifirensiasi. Ia akan berdiferensiasi kemudian menjadi otot dan ligamen yang menempel di tulang. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah yang tak terbantahkan.
9.       
لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِيْ الأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى
Agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan di dalam rahim (uterus), apa yang kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan” (QS Al-Hajj : 5)
Penggalan ayat di atas menyatakan bahwa Alloh telah menetapkan dan menentukan embrio di dalam uterus sampai masa penuhnya (kehamilan 9 bulan). Hal ini juga diketahui secara jelas bahwa banyak embrio gagal berkembang selama bulan pertama perkembangannya, dan hanya sekitar 30% zigot yang terbentuk, berkembang menjadi fetus yang selamat hingga kelahiran.



D.    Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam perkembangan ilmu embriologi

Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan untuk seluruh alam semesta. Allah berfirman di dalam Qur’an : Dan tidaklah kami mengutusmu melainkan, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (al-Anbiya’ 21 : 107). Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah untuk masyarakat Badui di gurun pasir sebagaimana beliau pula adalah utusan Allah bagi para saintis hari ini di laboratorium modernnya. Beliau adalah utusan Allah kepada seluruh manusia untuk segala zaman. Sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiap Rasul diutus khusus untuk kaumnya: “Dan bagi tiap-tiap kaum ada yang memberi petunjuk” (QS ar-Ra’du 13 : 7).

‘Risalah’ Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah untuk seluruh manusia dan Allah memberikan bukti bagi ‘Risalah’ Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebuah bukti yang berbeda dengan bukti-bukti yang diberikan kepada rasul-rasul sebelumnya. Bukti-bukti rasul terdahulu hanya dapat dilihat oleh orang-orang semasanya, yang didukung dengan mukjizat, untuk menyadarkan keimanan kaumnya. Namun, karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditakdirkan untuk menjadi Nabi terakhir hingga hari pembalasan, Allah menganugerahkan kepada beliau mukjizat abadi sebagai bukti kenabiannya.

Jika kita bertanya kepada orang yahudi atau kristen untuk menunjukkan mukjizat Nabi Musa atau Isa, alaihima as-Salam, mereka akan menyampaikan bahwa tidak ada kuasa bagi manusia untuk meredemonstrasikan kembali mukjizat-mukjizat itu lagi sekarang. Tongkat Musa takkan bisa diciptakan lagi demikian halnya Isa takkan bisa lagi dimintai tolong untuk membangkitkan manusia dari kematian. Bagi kita, pada hari ini, mukjizat-mukjizat ini tiada lain hanyalah berita sejarah. Namun jika seorang Muslim ditanya mengenai mukjizat terbesar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia dapat secara langsung menunjukkannya, yakni al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang ada pada kita hingga saat ini. Al-Qur’an adalah kitab yang terbuka bagi siapa saja untuk memeriksa isinya.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an :
Katakanlah: Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? Katakanlah, Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur’an diwahyukam kepadamu supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Qur’an kepadanya.” (QS al-An’am 6 : 19)

Sifat al-Qur’an yang menakjubkan terbaring pada ilmu pengetahuan yang dikandungnya, Allah yang Maha Agung berfirman, “Tetapi Allah mengakui al-Qur’an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkan dengan ilmu-Nya, dan malaikatpun menjadi saksinya” (QS an-Nisaa’ 4 : 166)

Oleh karena itu, para saintis dan pelajar kontemporer kita, profesor dari segala universitas yang menjadi pemimpin pengetahuan manusia, memiliki kesempatan untuk memeriksa pengetahuan yang ditemukan di dalam Kitabullah. Pada saat ini, para saintis telah mengungguli di dalam penemuan alam semesta, walaupun al-Qur’an telah mendiskusikan alam semesta dan perkembangan manusia jauh sebelumnya.
Terutama dalam menjelaskan masalah perkembangan manusia yang berkaitan dengan perkembangan ilmu embriologi, saat ini Al-Qur’an telah menjadi sumber inspirasi. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dan penyakuan dari dua tokoh ilmuan dunia dengan bidang spesialisasi ilmu embriologi :
1.      Profesor Emeritus Keith Moore, salah seorang saintis anatomi dan embriologi terkemuka di dunia.
Profesor Moore adalah penulis sebuah buku yang berjudul “The Developing Human”. Beliau adalah Profesor Emeritus Anatomi dan Biologi Sel pada Universitas Toronto, Kanada, dimana beliau pernah menjadi Kepala Dekan Sains Dasar di Fakultas kedokteran dan selama 8 tahun beliau menjadi Kepala Departemen Anatomi. Dr. Moore sebelumnya juga mengajar di Universitas Winnipeg, Kanada selama 11 tahun. Beliau telah mengepalai banyak asosiasi internasional anatomis dan dewan Persatuan Sains Biologi. Profesoor Moore juga pernah terpilih menjadi anggota Royal Medical Association di Kanada, di Akademi Sitologi Internasional, Perhimpunan Anatomis Amerika dan Perhimpunan Anatomis Amerika Utara dan Selatan. Tahun 1984, beliau menerima penghargaan istimewa di bidang anatomi di Kanada, yaitu J.C.B. Grant Award dari Asosiasi Anatomis Kanada. Beliau telah mempublikasikan banyak buku pada bidang ilmu kesehatan anatomi dan embriologi, delapan diantara buku-bukunya digunakan sebagai referensi di sekolah-sekolah kedokteran dan telah diterjemahkan ke dalam 6 bahasa.
Dalam suatu konferensi, Profesor Moore memberikan analisanya terhadap ayat-ayat Qur’an dan pernyataan Nabi. Beliau bertanya-tanya, bagaimana mungkin Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 14 abad yang lalu, dapat memaparkan embrio dan fase perkembangannya secara mendetail dan akurat, dimana para saintis telah mengetahuinya hanya pada akhir abad ketiga belas. Dengan sangat cepat ketakjuban Profesor Moore tumbuh menjadi kekaguman terhadap wahyu dan bimbingan ini. Beliau memperkenalkan pandangan-pandangan ini ke dalam intelektualitas dan siklus saintifis. Beliau juga memberikan kuliah terhadap kesesuaian modern embriologi dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, dimana beliau menyatakan :
“Sungguh menyenangkan sekali bagiku untuk membantu menjelaskan pernyataan mengenai perkembangan manusia di dalam al-Qur’an. Sangat jelas bagiku bahwa pernyataan-pernyataan ini pasti datang kepada Muhammad dari Allah, karena hampir seluruh pengetahuan ini belum diketemukan hingga beberapa abad kemudian. Hal ini membuktikan kepadaku bahwa Muhammad pasti adalah seorang utusan Allah.”
Saintis embriologi terkemuka dan terhormat ini telah menyatakan studinya mengenai ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan disiplin ilmunya, dan beliau menambahkan referensi Al-Qur’an dalam buku The Developing Human edisi ketiga  yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam 8 bahasa. Buku ini memiliki distribusi sedunia dan dibaca oleh saintis terkenal sedunia.
Berikut sedikit penggalan isi buku The Developing Human edisi ketiga yang memuat referensi dari Al-Qur’an  :
“Pertumbuhan sains sangat lemah selama periode pertengahan, dan sangat sedikit investigasi embriologi yang dikerjakan selama masa ini dan ini ma’lum bagi kita. Disebutkan di al-Qur’an, kitab suci ummat muslim, bahwa manusia dihasilkan dari sekresi pria dan wanita yang bercampur. Beberapa perujukan dibuat tentang penciptaan manusia sejak dari setetes sperma, dan hal ini juga menunjukkan bahwa organisme yang terbentuk bertempat di tubuh wanita seperti sebuah biji/benih, 6 hari setelah permulaannya (blastocyst manusia mulai tertanam sekitar 6 hari setelah fertilisasi. Lihat gambar 3)”
Gambar 3 : Blasticyst yang tertanam dalam uterus
“al-Qur’an juga menyatakan bahwa tetesan sperma berkembang menjadi gumpalan darah yang membeku/didih. (sebuah blastocyst yang tertanam atau gagal/gugur secara spontan berbentuk seperti didih/darah yang membeku). Perujukan juga menunjukkan penampakan embrio seperti lintah. Embrio menyerupai seekor lintah, atau penghisap darah, pada penampakannya. Embrio juga dikatakan menyerupai substansi yang dikunyah seperti getah atau kayu. (Somit sedikit mirip dengan bekas gigitan pada sebuah substansi yang dikunyah. Lihat gambar 5)
Terinspirasi dari yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Profesor Moore berkonklusi bahwa klasifikasi modern tentang tahap perkembangan embrionik, yang telah diadopsi di seluruh dunia, tidaklah mudah ataupun komprehensif. Hal ini tidaklah memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai tahapan perkembangan embrionik karena tahap-tahap tersebut berdasarkan bentuk numerik, yaitu, tahap 1, tahap 2, tahap 3, dst. perkembangan embrionik yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an tidaklah bergantung pada sistem numerik. Perkembangan embrionik yang ada di Qur’an berdasarkan pada pengidentifikasian bentuk dan ukuran yang terang dan mudah.
Al-Qur’an mengeidentifikasikan tahapan perkembangan prenatal sebagai berikut:
·         Nuthfah, yang berarti “setetes” atau “sejumlah kecil air”
·         ‘Alaqoh yang berarti “struktur seperti lintah”
·         Mudghah yang berarti “struktur bekas kunyahan”
·         ‘Idhaam yang berarti “tulang” atau “rangka”
·         Kisaa al-‘Idham bil laham, yang bermakna membungkus tulang dengan daging atau otot.
·         An-Nasy’a yang berarti “formasi/pembentukan fetus yang sudah jelas”
Prof Moore mengakui bahwa perkembangan embrionik versi Qur’an ini benar-benar berdasarkan pada fase yang berbeda pada perkembangan prenatal. Beliau telah menggarisbawahi bahwa deskripsi saintifis yang elegan ini lebih komprehensif dan praktis.
2.      Dr. G.C. Goeringer, Direktur mata kuliah dan Profesor luar biasa Kesehatan Embriologi pada Jurusan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Universitas Georgetown, Washington D.C.
Dalam Konferensi Medis Saudi ke-8. Beliau menyebutkan di dalam studinya mengenai dasar ketaktahuan manusia terhadap fase-fase (yang terjadi pada embrio). Beliau juga mendiskusikan kekomprehensivitasan dan kepresisian istilah al-Qur’an dalam menjelaskan perkembangan fetus dengan pemaknaan istilah yang ringkas dan komprehensif yang membawa kepada pencapaian kebenaran lebih jauh. Mari kita mendengarkan Prof Goeringer yang beliau jelaskan dalam opininya:
“Di dalam beberapa ayat yang bekaitan, mengandung deskripsi yang jauh lebih komprehensif mengenai perkembangan manusia semenjak masa percampuran gamet hingga fase organogenesis. Tak ada yang seterang dan sekomplit riwayat mengenai perkembangan manusia dalam hal klasifikasi, terminologi dan deskripsi yang eksis sebelumnya. Kebanyakan, jika bukan seluruhnya, misalnya, deskripsi ini mendahului berabad-abad periwayatan mengenai tahapan yang berbeda embrio manusia dan perkembangan fetus yang dicatat di dalam literatur saintifis tradisional.

Dari pengakuan dua ilmuan dunia diatas, dapat disimpulkan bahwa
a.       Ayat-ayat al-Qur’an menjadi dikenal di kalangan ilmuwan terkenal dan saintis agama kita dan generasi berikutnya. Allah telah mengehendaki bahwa akan ada waktu dimana kemajuan saintifis dan penemuan-penemuan yang akan menyediakan bukti-bukti dari mukjizat Al-Qur’an.  Sains takkan pernah kosong dari keajaiban al-Qur’an.
Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (QS Saba’ 34:6).
Allah juga berfirman, Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. (QS Al-An’am 6:67)
Dan ia juga berfirman, Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di seluruh ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka baha al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagimu) bahwa sesungguhnya Ia menyaksikan segala sesuatu? (QS Fushshilat 41:53).
b.      Dua tokoh diatas mengakui bahwa pengklasifikasian perkembangan embrionik ada di Qur’an berdasarkan identifikasi bentuk dan ukuran yang terang dan mudah dan pemaknaan istilah yang ringkas dan komprehensif dapat dijadikan sumber inspirasi bagi perkembangan ilmu embriologi lebih lanjut.


BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
3.      Berdasarkan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang perkembangan manusia dengan dibanding dengan perkembangan ilmu embriologi, terdapat kesesuaian antara keduanya yang salah satunya dibuktikan dengan pengakuan Profesor Emeritus Keith Moore, salah seorang saintis anatomi dan embriologi terkemuka di dunia dalam dalam buku The Developing Human edisi ketiga  yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam 8 bahasa dan didistribusi sedunia dan dibaca oleh saintis terkenal sedunia.
4.      Al-Qur’an dapat dijadikan sumber inspirasi dalam perkembangan ilmu emberiologi salah satunya dalam hal pengklasifikasian perkembangan embrionik ada di Qur’an berdasarkan identifikasi bentuk dan ukuran yang terang dan mudah dan pemaknaan istilah yang ringkas dan komprehensif dibandingkan dengan pengklasifikasi dalam perkembangan ilmu embriologi modern tentang tahap perkembangan embrionik, yang telah diadopsi di seluruh dunia, tidaklah mudah ataupun komprehensif.
B.     Saran

1.      Perlunya peningkatan dalam pengkajian ilmu pengetahuan yang terkandung dalan Al-Qur’an, contohnya tentang perkembangan manusia yang dikaitkan dengan perkembangan ilmu embriologi, sehingga penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an ini dapat dilakukan secara penuh dan optimal dan dapat dibandingkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
2.      Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ilmuwan saat ini, khususnya ilmuwan muslim lebih menggali ilmu pengetahuan dengan merujuk pada Al-Qur’an.
DAFTAR PUSTAKA

1.  A. Ibrahim. 1997. A Brief of Ilustrated Guide to Understanding Islam. Diambil pada tanggal 13 Oktober 2012 dari: www.islam-guide.com/truth.
2. Ibnu Burhan. 2009. Sebuah Interpretasi Terhadap Perujukan Embriologi Di Al-Qur’an. pada tanggal 13 Oktober 2012 dari:
3.   Ibnu Burhan. 2009. Tahapan Penciptaan Manusia. pada tanggal 13 Oktober 2012 dari:
4.    Moore and Persaud. The Developing Human 3th ed.
5.    Moore and Persaud. The Developing Human 5th ed.6. 
6. Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.
7.   Sadler, T.W. 2000. Embriologi Kedokteran Langman. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.



Jumat, 21 September 2012

100 Mimpi, Keinginan, dan Do'a


" Allah akan turun ke langit bumi pada setiap malam, ketika malam tinggal sepertiga yg terakhir. Dia berkata, 'mana hamba-Ku yg berdo'a, untuk Aku kabulkan (doanya)? Mana hamba-Ku yang meminta kepada-Ku yang beristighfar, untuk Aku ampuni (dosanya)?' "(HR Bukhari dan Muslim). Pada setiap malam terdapat saat2 terkabulnya do'a dan betapa banyak kasih sayang Allah hingga Dia turun ke langit dunia dan mengabulkan do'a hambaNya yg berdo'a. "Dan Tuhan-mu berfirman, 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan' "(Qs Al-Mukmin:60)

Terinspirasi dari pengalaman saat ke panti asuhan bersama pejuang-pejuang FSKI, saya pun memutuskan untuk menuliskannya. Adik-adik yang masih bisa tersenyum itu dengan semangat membacakan mimpi-mimpi mereka untuk ku bantu tuliskan atau menuliskan sendiri mimpi mereka dan membacakannya dengan lantang didepan semua orang di suatu ruangan, tempat  yang tidak tergolong besar tetapi siap menampung mereka untuk tumbuh besar dalam suka dan duka. Lantas aku bertanya pada diri sendiri, bagaimana dengan mimpiku sendiri, mereka saja berani bermimpi, bagaimana dengan aku? Terimakasih untuk inspirasinya adik-adikku yang dikasihi Allah.

Bahkan, video yang diputar saat itu turut menguatkan semangat untuk menuliskannya. Walaupun ini merupakan kali kedua atau mungkin ketiga ku menonton video itu, tetapi kisah keberanian sosok tersebut untuk menuliskan 100 mimpinya sungguh tidak terlupakan dan menginspirasi. Subhanallaah, kisah ini bukti bahwa Allah mendengar do’a orang-orang yang berdo’a. "Dan Tuhan-mu berfirman, 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan' "(Qs Al-Mukmin:60). Terimakasih inspirasinya, sosok yang sungguh mengagumkan.
Ku pun dengan berani , tetapi sedikit malu-malu dan terbata-bata  menuliskan 100 mimpi, keinginan, dan do’a yang akan menjadi penyemangat menghadapi hidup yang pelik ini.

Bismillaahirrahmaanirrahiim….
        

1.            Lulus setiap blok tepat waktu (tanpa remedi dan ngulang), nilai minimal B, lulus S.ked dan profesi dokter tepat waktu

2.            Ikut dan pernah memenangkan lomba karya tulis ilmiah (essai atau KTI) tingkat regional dan nasional, 

3.            Ikut dan pernah memenangkan lomba menulis bebas (puisi, cerpen, essai, dll)

4.            Ikut exchange dalam hal penelitian kedokteran ke Negara lain seperti Malaysia, Singapura, Australia atau singapura selama masa study S.ked dengan dibiayai oleh instansi penyelenggara

5.            Ikut les bahasa inggris agar lancar bahasa inggris dan TOEFL minimal 600, pernah mengajar bahasa inggris (anak tk, sd, smp, sma, atau mahasiswa) selama pendidikan S.Ked

6.            Ikut exchange coast terutama Negara Inggris, Amerika, Jerman, Australia, Jepang, minimal Malaysia dengan dibiayai, mendapat semua bantuan dengan lolos pengajuan proposal ke pemda, dan instansi lain, atau minimal ke Malaysia (pake uang tabungan sendiri)

7.            Tamat gelar dokter segera menikah (umur 24,25,26 tahun)

8.            Memiliki anak 2 orang (laki-laki dan perempuan) agar mama bisa menimang cucu segera dan memaksimalkan waktu untuk anak sambil praktek dokter umum di rumah sakit atau puskesmas dan menjadi dokter PNS

9.            Kuliah spesialis (?) di Malaysia atau FK UI atau FK Unpad atau FK Unand dengan beasiswa dari rumah sakit atau pemerintahan daerah atau dibiayai pihak lain.

10.        Melanjutkan study S2 dan atau S3 bidang (?) diluar negri (Amerika, Jerman, Inggris, Malaysia) dengan beasiswa dari kampus, pemerintah, atau dibiayai pihak lain.

11.        Menjalani profesi spesialis atau sambil menjadi dosen atau guru besar

12.        Memberi beasiswa di SD 09 sei cubadak, SMP N 1 Candung, SMA N 1 Ampek Angkek karena sekolah ini telah memberi saya beasiswa sehingga saya bisa terus lanjut sekolah

13.        Membangun rumah sakit atau sekolah atau panti asuhan

14.        Membeli rumah di Padang, atau di Agam dan menetap disana atau kembali ke Malaysia (karena kewarganegaraan asli dan lahir disana serta memiliki IC/tanda kewarganegaraan Malaysia, itupun kalau masih di ijinkan) untuk praktek kedokteran umum sambil spesialis agar mendapat gaji besar sehingga bisa memberi bantuan dalam hal materi bagi Indonesia (seperti beasiswa atau membangun rumah sakit atau sekolah atau panti asuhan diatas sesuai no.13)

15.        Pergi umroh bersama mama dalam makasimal dua tahun lagi (terhitung sejak 2012), sebelum coast dengan hadiah lomba, dibiayai instansi tertentu, atau tabungan cukup terkumpul.

16.        Pergi naik haji bersama suami, mama dan papa maksimal 10 tahun lagi (terhitung sejak 2012).

17.        Membantu biaya sekolah zikri dengan tabungan atau ketika telah memiliki gaji agar ia bisa berjuang masuk tsanawiyah, sma unggul padang panjang, dan ITB

18.        Membeli dan mengendarai motor saat coast atau praktek dokter umum

19.        Membeli mobil saat sudah menjadi dokter spesialis

20.        Mengajak mama dan papa tinggal dirumah sendiri dan membahagiakan, menjaga kesehatan, merawat bila sakit mama dan papa

21.        Ikut menjadi relawan di Gaza dalam profesi dokter umum dan atau spesialis dalam kurun 2 bulan

22.        Membeli IPAD yang bisa memutar disk kedokteran atau notebook yang bisa memutar disk kedokteran dan bisa dibawa kemana-mana saat mau coast

23.        Membeli kamera untuk memotret abang saat wisuda dan zikri saat khatam qur’an.

24.        Menyewa dan membeli ruko atau toko untuk papa dan mama agar bisa jualan kue, baju, atau lain-lain sehingga tidak bosan mengisi hari tua.

25.        Membantu sekolah adik-adik sepupu (anak ante mi, ante mur, dll) jika memiliki kelebihan rezeki

26.        Membalas jasa pak wo, mak wo, bang fandi, bang anto, bang adi, nisa dengan cara yang sesuai dan tepat, setidaknya dengan menjadi dokter umum dan atau spesialis yang professional telah secara tidak lansung membalas jasa mereka yang telah menyekolahkanku

27.        Ikut dan pernah lolos atau 3 besar PKM Penelitian

28.        Ikut dan pernah memenangkan salah satu cabang lomba MTQ nasional (terutama MSQ dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an)

29.        Membuat dan menerbitkan novel tentang perjalan hidup dari kuliah di FK, coast, dokter umum dan dokter spesialis , novelnya pun best seller

30.        Pandai masak masakan khas minang( rendang, gulai, dll), masakan Indonesia, masakan khas itali, jepang, china, dll minimal sebelum menikah dan tetap berusaha belajar untuk jadi juru masak keluarga.

31.        Punya usaha toko/ruko/centre (baju/kue/novelstore/dll)

32.        Perawatan diri (kecantikan muka, kulit, dan postur tubuh) beberapa saat sebelum menikah dan setelah menikah

33.        Memulangkan sawah mama yang tergadai untuk menambah biaya hidup dan untuk sekolahku, abang, dan zikri.

34.        Pemberian beasiswa bidik misi dan pemda berjalan lancar dan berkelanjutan. Bahkan klo bisa sampai selesai coast agar tidak perlu cari beasiswa lagi atau mencari pemasukan lain untuk biaya kuliah dan biaya hidup saat coast

35.        Bang Fandi, mak wo, pak wo sekeluarga tetap memiliki rejeki lebih untuk membantu biayai kuliah sampai tamat  gelar dokter.

36.        Menyimpan uang per hari dan atau per bulan sehingga punya tabungan untuk bekal kuliah, kebutuhan keluarga dan sekolah abang dan zikri yang mendesak

37.        Pergi ke pulau jawa (Jakarta, Jogjakarta, bandung, dll) sebagai delegasi lomba atau pelatihan selama kuliah S.ked

38.        Hafal Al-qur’an minimal juz 30 (juz amma) selama pendidikan S.ked

39.        Hafal dan paham arti setiap bacaan dalam shalat sehingga bisa berusaha untuk shalat khusu’

40.        Ikut pemilihan MSQ dan Karya Tulis Ilmiah Al-qur’an tingkat fakultas, menjadi delegasi tingkat unand, dan 3 besar tingkat nasional

41.        Bisa membeli semua alat-alat kedokteran yang diperlukan saat coast sebelum dan saat coast

42.        Ikut Qurban untuk aku, mama, papa

43.        Membeli printer sebelum skripsi

44.        Mendapat ide skripsi yang disukai, lancar dengan pembimbing yang baik dan tidak sibuk, cepat selesai dan seminar, atau bisa ikut penelitian dosen, skripsi selesai sebelum atau tepat saat akan wisuda S.ked Januari sehingga bisa wisuda S.ked tepat 3,5 tahun dan dilanjutkan dengan coast

45.        KKN lancar dan dipermudah, ditempatkan di daerah yang aman, masyarakatnya baik, ramah, dan mau bekerjasama, dan mendapat kelompok KKN yang kooperatif serta dosen pembimbing yang baik dan pengertian.

46.        Lancar coast di setiap siklus dan benar-benar menghayati dan serius belajar selama coast  agar menjadi dokter umum yang professional

47.        Internship di daerah dengan segera setelah wisuda dokter di daerah yang aman, tidak jauh, dan masyarakatnya ramah dan mau bekerjasama,  terutama di kabupaten agam, kota payakumbuh, kota bukittinggi, atau kab. Lima puluh koto.

48.        Berkomitmen untuk tidak pacaran, dilamar oleh orang yang saya suka seperti Fatimah yang dilamar Ali Bin Abi Thalib yang merupakan ikhwan yang selama ini ia suka dan ia ungkapkan saat malam pertama (Subhanallaah) atau dengan ikhwan shaleh yang dijodohkan oleh mama, atau saudara dan kerabat lain untukku. Intinya, Kata Allah, jika saat ini aku senantiasa berjuang menjadi muslimah shalehah terbaik dimataNya, maka kelak jodohku dari Lauhul MahfuzhNya adalah sosok yang juga senantiasa berjuang menjadi muslim shaleh terbaik dimataNya. Amiin Ya Rabb.

49.        Mendapat nilai blok A dan A- minimal satu kali.

50.        Mendapat nilai siklus coast minimal B dan lulus setiap siklus tepat waktu dan tidak mengulang.

51.        Lulus ujian compre, UKDI dengan nilai min B dan tepat waktu (tidak remedy atau ngulang)

52.        Mata sembuh dari silinder dan minus sehingga tidak memakai kacamata atau memakai kacamata dengan minimal silinder menjadi ¼ dan minus menjadi ¼ maksimal sebelum coast.

53.        Muka kembali mulus, tidak ada bekas jerawat lagi (kemerahan, berlubang dan bekas hitam) maksimal waktu wisuda dokter atau waktu pernikahan dan jerawat muncul maksimal waktu Haid

54.        Jodohku dari Lauhul MahfuzhNya kelak adalah sosok yang mengerti profesiku kelak dan saya pun mengerti profesinya kelak agar bisa saling mendukung dan mengerti.

55.         

Amiin Ya Rabbal’aalamiin…
Ya Rabb, perkenankanlah mimpi, keinginan, dan do’a hamba ini (mimpi, keinginan, dan do’a yang menulis tulisan ini).…
(semoga yang membacapun turut mengaminkan sehingga banyak yang mengaminkan jadi lebih cepat terwujud, Amiin Ya Rabb)

Ternyata menulis 100 mimpi, keinginan dan do’a itu sulit, baru sampai no 54, saya sudah merasa semua telah dituliskan. Semoga bisa direvisi atau ditambah seiring perjalanan waktu.

Rabu, 19 September 2012

Adab Makan Ala Nabi ditinjau dari Prespektif Kedokteran Islam


oleh : Nurfazlina, tugas plakat ilmiah IMC FSKI BEM KM FK Unand
(Bismillaah, semua dimuat walau deadliner's)


Adab makan memang sudah menjadi hal pokok yang diajarkan kepada kita semenjak memasuki sekolah taman kanak-kanak. Masih ingatkah kita ketika TK dulu sang guru mengeja dan membacakan sembari menyuruh untuk mempraktekkan adab makan, seperti mencuci tangan, membaca do’a sebelum dan sesudah makan. Bahkan ketika beranjak dewasa, guru mengaji atau MDA pun sering mengingatkan bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk memakan makanan dan minuman yang halal, makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang serta makan dalam keadaan duduk. Semua hal diatas memang terlihat seperti kewajiban dan aturan yang harus diikuti. Namun, Tahukah kita dibalik semua aturan tersebut, tersimpan manfaat yang luar biasa yang dapat kita peroleh terutama jika dilihat dari segi kedokteran.

Pertama, Rasulullaah mengajarkan untuk memakan makanan dan minuman yang halal dan baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram.

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS: Al Maidah: 88).

Berbicara tentang makanan haram, sebagai contoh khamar atau biasa dikenal dengan alkohol ternyata memang menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh. Pengaruh alkohol pada hati dapat menimbulkan perlemakan parenkim hati (fatty liver) yang dapat berkembang menjadi sirosis hati. Kerusakan pankreas dapat menjadi pankreatitis dan gangguan metabolism gula sehingga dapat menimbulkan penyakit kencing manis. Alkohol juga dapat merusak jantung sehingga terjadi infark jantung dan thrombosis, mengganggu pembentukan sel darah putih sehingga seseorang mudah terkena infeksi, dan lain-lain.


Kedua, Rasulullaah hanya makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang yang secara eksplisit berarti tidak makan secara berlebihan. Rasulullah SAW bersabda: "Jauhilah kamu makan dan minum yang berlebih-lebihan, karena yang demikian dapat merusak kesehatan tubuh, menimbulkan penyakit dan memberi kemalasan (kesulitan) ketika akan bershalat. Dan hendaklah bagimu bersikap sedang (cukupan) karena yang demikian akan membawa kebaikan pada tubuh, dan menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan." (HR. Bukhari).

Di dalam ilmu medis pun dianjurkan untuk tidak makan dan minum secara berlebihan karena riset membuktikan bahwa makan dan minum berlebihan dapat menyebabkan timbulnya beberapa penyakit. Salah satu penyakit akibat gaya hidup berlebihan yang paling sering terjangkit pada manusia adalah obesitas. Obesitas atau orang awam menyebutnya kegemukan, didefinisikan oleh WHO sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan ke individu. Untuk mengukur apakah kita termasuk obesitas atau tidak, kita dapat mengukurnya secara sederhana menggunakan cara BMI (Body Mass Index) yaitu berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter yang di kuadratkan. Menurut WHO, berat badan yang sehat adalah yang hasil nilai BMI-nya adalah 18,5 sampai 24,9. Jika lebih dari itu maka kita termasuk kelebihan berat badan dan sebaiknya kita segera mengatur ulang pola makan kita sehingga kita dapat mencapai berat badan yang sehat. Obesitas yang berkepanjangan dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe dua, kanker, hipertensi, dislipidemia, steoarthritis, dan lain-lainnya.


Ketiga, mencuci kedua tangan sebelum makan.
 Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR. Ahmad)

Pada saat kita beraktivitas, tak jarang kita memegang benda-benda yang kita tak tahu pasti kebersihannya, bisa jadi benda yang kita pegang itu mengandung kuman-kuman penyakit. Tapi kalau kita sudah terbiasa dengan mencuci tangan maka insyaAllah kita lebih terlindungi karena sebelum kuman-kuman penyakit masuk ke tubuh kita lewat tangan kita, kita sudah mengusirnya dengan air bersih dan sabun. Karena itu, mencuci tangan merupakan salah satu tindakan preventif kita terhadap penyakit.


Keempat, Rasulullah selalu menyarankan untuk makan dan minum dalam keadaan duduk. Dari riwayat Anas dan Qotadah, Rasulullah bersabda : Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata : “Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab : “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi).

Dari segi medis, Seseorang yang dalam posisi berdiri, berjalan, atau berlari, muskulus-muskulus dan neuron-neuronnya akan menegang dikarenakan tubuh berusaha untuk menjaga keseimbangan tubuh sehingga kita dapat berdiri, berjalan ataupun berlari dengan sempurna. Sedangkan ketika kita duduk, tubuh kita secara otomatis akan menjadi lebih rileks dan organ-organ pencernaan tubuh kita dapat menerima bolus-bolus makanan dan tetesan minuman dengan baik dan benar. Selain itu, ketika kita makan dan minum dalam kondisi duduk, makanan dan minuman akan dapat masuk ke saluran pencernaan kita dengan perlahan dan lembut. Berbeda ketika kita makan dan minum dalam kondisi berdiri, berjalan atau berlari, makanan dan minuman akan masuk ke dalam saluran pencernaan dengan keras. Tentunya kita ingat dengan permainan kecil kita dahulu, yaitu peluncur. Ketika kita meluncur dari atas hingga akhirnya kita turun dan sampai di bawah, kita akan merasa nikmat sekali tapi lain hal ketika kita turun hingga jatuh ke tanah, rasanya pasti sakit sekali. Fenomena meluncur itu tak jauh berbeda ketika kita memasukkan makanan ke dalam saluran pencernaan kita dalam keadaan berdiri, berjalan atau berlari. Makanan akan meluncur melewati mulut, kerongkongan, dan esofagus secara cepat dan akhirnya akan jatuh dengan keras di lambung. Jika hal itu terjadi berulang kali maka tak dapat disalahkan kalau asam lambung akan marah ketika makanan mengetuk dengan keras pintu rumah si pemilik lambung. Asam lambung bisa menuntut ke saluran pencernaan bagian atas dengan mengadakan demo yang dalam medis diistilahkan GERD (Gastro Esophageal Refluks Disease). Ternyata GERD tak hanya disebabkan oleh makanan yang jatuh dengan keras ke lambung sehingga menyebabkan asam lambung murka, namun makanan yang dimakan dalam posisi tidur pun bisa menyebabkan GERD. Subhanallah. Allah paling paham apa yang terbaik buat kita, Allah sayang kepada kita. Supaya kita tak terserang GERD dan penyakit lainnya maka Allah melarang kita untuk makan dan minum dengan berdiri, berjalan, berlari ataupun tidur tetapi Allah menganjurkan kepada kita untuk makan dan minum dengan duduk supaya muskulus dan neuron kita lebih rileks dan saluran pencernaan dapat menerima makanan dan minuman dengan baik dan benar.

            Berdasarkan tinjauan Al-Qur’an, Sunnah Rasul, dan diperkuat dengan tinjauan medis diatas, akankah kita masih menganggap itu semua hanya tuntunan belaka tanpa ada manfaatnya atau malah menjadi bersemangat mengerjakan sesuai tuntunanNya dan rasulNya karena juga melihat dari segi manfaat bagi kesehatan. Semua kembali pada diri masing-masing. “Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)

Sumber :
…………………………………………………………………………………………………..
Soetjiningsih. 2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya Cetakan I. Jakarta : Sagung Seto.
Eni . 2011. “Kenapa Makan Dan Minum Sambil Duduk”. http://eniharyanti.com/rahasia-kesehatan-dalam-islamn/kenapa-makan-dan-minum-sambil-duduk/” (diakses tanggal 16 September 2012).

Entri Terbaru

Tokoh Indonesia dan Nilai Berakhlak