Rabu, 29 Agustus 2018

Cerita Internship part 2 : Abortus dan dikuretase

Akhhirnya,,, internship itu dimulai
Aku yang sebelumnya memutuskan untuk tidak hamil dulu sebelum mulai internship, akhirnya memulai program hamil. Walau kadang sedih, teman-teman yang lain sudah hamil bahkan sudah punya anak.

Dimulai dari stase igd
Stase yang melelahkan dan menegangkan menurutku
Setelah melalui dua bulan stase igd, aku pun hamil. Karena sibuk dengan "karier" ini, aku tak terlalu care dengan kehamilanku. Telat konsumsi suplemen bumil dan suka ngelanggar pantangan ex, katanya jangan naik motor, jangan berhubungan seksual dulu, jangan stress, jangan kerja berat, dll. Dan... hampir semua aku langgar. Astaghfirullah... Kehamilanku hanya bertahan dua bulan.

Stase pun berganti
Tetap setelah satu minggu di stase bangsal, aku memutuskan USG ke senior dr. Sp.OG tempatku iship, Alhamdulillah sudah tampak kantong, dan usia 6-7 minggu. namun belum ada DJJ. Kata dokternya kemungkinan tunggu seminggu lagi baru ada DJJ.
Satu minggu kemudian, aku mengalami flek. Memutuskan untuk cek ke Sp.OG dan diUSG, di beri obat, dan dianjurkan istirahat.
Namun, aku yg masih memikirkan "karier" ini memutuskan tetap jaga sore, tepat masuk jaga bangsal pagi.
Alhasil. TIdak hanya flek lagi, ditambah darah. Aku segera ke igd RS Swasta dan dirawat, diusg : masih ada kantong. disuruh istirahat total. hanya berbaring dan tidak boleh bergerak. makan, minum, BAB, BAK ditempat tidur. Sungguh apakan ini ujian, cobaan, atau azab. Aku hanya berserah. kadang nyeri dan perdarahan masih terjadi. 3 hari dirawat, di usg lagi. Sudah tidak ada kantong kehamilan. dan akhirnya aku dikuretase. Ini kehamilan pertama dan aku dikuretase. Post kuretase tidak boleh hamil dulu paling kurang 3 bulan.
Astaghfirullaah.
Innallaaha maashabiriin

Selasa, 08 Mei 2018

Cerita Internship...part 1

Finally, after waiting for so long...

Pada hari itu, tanggal 18 oktober 2017 pukul 13.00 WIB pemilihan wahana iship untuk lokal dibuka. Satu hari sebelum hari ini, aku bingung dimana aku bisa melakukan pemilihan, di warnet? pake internet kantor uda? dan... tiba-tiba uda harus ke luar kota hari-H ini, sehingga aku harus mencari warnet disekitaran kontrakan saja. Tepat saat login, server down, aku pun gemetaran, ingin menangis rasanya, berteriak. Namun, apa daya, ini hanyalah warnet biasa di sebuah kota kecil, bukan seperti warnet di pulau jawa atau dikota besar lainnya yang dibooking kebanyakan teman ku lainnya. Aku pun menelpon uda sambil terisak. Syukurlah teman yang menemani uda ke luar kota membawa laptop. Hanya dengan terathering dari ponsel ke laptop, uda bisa login dan dan lansung mengklik wahana kami inginkan.


Alhamdulillah... akhirnya, aku bisa iship, setelah melewatkan satu ronde pemilihan wahana karena ingin memilih wahana yang sekota dengan tempat uda bekerja.

Dan aku pun memulai dengan stase terlelah sepanjang perishipan, yaitu IGD

Rabu, 30 Agustus 2017

Assalaamu’alaikum uda, suamiku tercinta, imamku...

Sejak akad itu diucapkan, ingin sekali menuliskan tapi entah kenapa pena ini tak tergores, kata-kata hanya tersimpan dibenak, tak tertuang ke dalam tinta, hanya dalam ucapan dan bisikan hati, dalam syukur, terkadang dalam sabar, dalam ikhlas...

Kala jauh, baru aku bisa menuliskan, mungkin begitu. Kala sedih, kala rindu baru bila tertuang, baru bisa tertuliskan.

Aku memilihmu... mungkin kamu sering bertanya-tanya. Atau banyak diluar sana banyak bertanya. Aku hanya bisa menjawab. Aku memilihmu karena Allah. Setiap malam di istikharah dan tahajudku satu bulan itu aku memohon petunjuk padaNya.

Darimu aku  belajar. Belajar untuk sabar, ikhlas, sederhana. Darimu aku belajar menjadi istri shalehah walau aku tau aku sangat jauh dari itu, jauh dari sempurna.

Pasca menikah kita harus berpisah, namanya kawin ganggang karena dibulan puasa. Alhamdulillah kita bisa melewatinya hingga lebaran dan hari baralek tiba. Lalu kita pun berbuka, merasakan indahnya cinta karenaNYa, kita disibukkan proses adat manjalang, lalu kita honeymoon, homestay disekitaran sumbar saja. Alhamdulillah.. aku sudah bahagia. Cukup dengan hal yang sederhana.

Hari cutimu pun abis. Kita mulai tinggal bersama di lubuk basung. Merasakan jadi ibu rumah tangga, mengurus suami, awalnya memang sulit, membosankan, aku terkadang tak bisa menerima. Ingin sekali berkarier seperti ibu-ibu di kantor uda. Tapi aku harus sabar hingga jadwal internship itu tiba.

Hingga jadwal internship untuk agus ini pun tiba. Aku dihadapkan pada pilihan apakah dirimu ijin dan aku siap berpisah denganmu dan iship di kota berbeda. Semalaman aku berfikir dan istikharah, akhirnya aku siap melepas jadwal iship agus ini. Bersabar menunggu jadwal iship berikutnya dimana ada wahana RS satu kota denganmu sehingga kita tinggal bersama, dimana RS itu bersebelahan dengan kantormu dan memilih tinggal di kota yang sama dengan mu.

Tiga hari pasca ku memutuskan tidak ikut iship bulan ini. Aku lagi-lagi dihadapkan pada pilihan. Dosen yang aku bantu disertasinya selama satu bulan tepat sebelum pernikahan, menghubungi untuk membantunya lagi dan meminta untuk standby di Padang. Apa dayaku. Aku lagi-lagi dihadapkan pada pilihan. Kali ini aku memutuskan untuk berpisah darimu mungkin untuk satu bulan ini, hingga jadwal isip november dan aku bisa diterima di RS satu kota denganmu, meski ku tau dirimu sulit untuk mengijinkan dan menerima. Maafkan aku. Maafkan aku. Sungguh. Aku minta maaf. Mungkin tulisan ini yang bisa aku tuliskan. Sembari kita berjauhan. Doakan aku dalam membantu dosen ini. Aku selalu mendo’akan uda disana. Senantiasa dalam lindunganNya.

“Aku tak pernah tau apa yang terbaik. Aku hanya mencoba menjalani melangkah hingga mungkin kaki ini lelah, berjuang sampai dimana ia berakhir. Aku tak tau apa yang ku tuju. Aku tak tau harus bagaimana. Aku hanya selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membuatku harus memilih tapi tak bisa memilih. Aku tau belum bisa membahagiakanmu, selalu berada disampingmu, selalu melayanimu, menjadi istri shalehah. Aku kira aku bisa melakukan segala, membuat pilihan yang tak menyakiti siapapun. Maafkan aku. Tapi aku yakin dirimu bisa mengerti. Untuk sementara aku mengajakmu untuk menangis sejenak, merasakan jauh dan tak berdekatan, mungkin aku jahat membuatmu pusing, sedih, rindu, tapi tahukah kamu, aku lebih sedih dan lebih rindu, bahkan selalu menyalahkan diriku. Apalah dayaku. Hidupku seperti ini. Aku memilih jauh darimu. Maafkan aku. Ku harap kamu bisa mengerti. Ku harap kesibukanmu dan kesibukanku bisa mengobati sejenak kerinduan itu dan membuat jadi terbiasa. Bahwa tak selamanya bersama menjadi pilihan. Kamu pernah bilang, jangan terlalu mencinta. Cintai Allah diatas segalanya. Semoga ketika ku dekati Dia Dia menyatukan kita lagi. Aku tak tau kenapa ujian demi ujian datang. Ketika aku telah bahagia, sabar, dan ikhlas tinggal bersamamu, berada disampingmu, mengurusmu, melayanimu, memasak, mencuci, lalu temanku dengan baik hati memberi info wahana iship agus dimana terdapat wahana baru, RS di provinsi yang sama, walau kota berbeda. Kenapa? Harusnyakan dibiarkanNya aku bahagia bersamamu. Lalu aku putuskan untuk tetap tinggal bersamamu, mundur menjadi iship berikutnya di rs di kota yang sama denganmu. Kemudian beberapa hari kemudian datang lagi info dari dosen untuk menanyakan kesiapanku membantunya lagi. Kali ini aku goyah, sungguh aku goyah, * ingin mencoba. Apakah ini ujian dariNya lagi, atau rahmat dan rejeki dariNya? Entahlah... maafkan aku suamiku tercinta karena Allah”


Rabu, 21 Juni 2017

MY HUSBAND and ME


“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (QS. Adz Dzariyat : 59)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin niscaya Allah akan memampukan mereka (menjadikan mereka kaya) dengan karuania-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur : 32)

“Rasulullah bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka”
(Al Hadits)


Tentang Hendra Aspratama (Hen)

Hendra Aspratama (Hen) terlahir sebagai putra pertama (dari tiga bersaudara) dari pasangan Indra dan Asnimar. Masa-masa sekolah dilalui di kampung halaman di Candung, Kabupaten Agam. Hen mengenyam pendidikan di SDN 52 Koto Hilalang (1996-2002), Kelas Unggul SMP N 1 Candung (2002-2005), dan IPA1 (Sembai) SMA N 1 Ampek Angkek (2005-2008). Setelah lulus SMA pada tahun 2008, Hen lulus SNMPTN di Teknik Elektro UNAND dan kemudian juga lulus IPDN. Hen memilih IPDN. Pada tahun 2012, Hen lulus dari IPDN dan resmi bekerja di Pemerintahan Kabupaten Agam. Saat ini Hen menjabat sebagai Kasubid Pemerintahan di Bappeda Kabupaten Agam. 

Tentang Nurfazlina (Alin)
Nurfazlina (Alin) terlahir sebagai putri kedua (dari tiga bersaudara) dari pasangan Mawardi dan Olga Lavina. Masa-masa sekolah dilalui di kampung halaman di Baso, Kabupaten Agam. Alin mengenyam pendidikan di TK Tunas Harapan Jorong Ujung Guguk (1996-1997), SDN 09 Sei Subadak (1998-2004), Kelas Unggul SMP N 1 Candung (2004-2007), dan IPA1 (Sembai) SMA N 1 Ampek Angkek (2007-2010). Setelah lulus SMA pada tahun 2010, Alin lulus undangan kuliah di jurusan Ilmu Komputer UI. Setelah menjalani kuliah selama satu tahun, Alin memutuskan ikut SNMPTN lagi dan lulus di Fakultas Kedokteran UNAND tahun 2011. Tanggal 5 April 2017, Alin resmi disumpah dan mendapat gelar dokter. Selanjutnya, Alin akan menjalani program INTERNSHIP di Rumah Sakit Pemerintah dan Puskesmas selama satu tahun.


Senin, 15 Mei 2017

Wisuda Dokter vs Magang di Obgyn vs Persiapan Nikah


23 Maret 2017 : Pengumuman UKMPPD
Alhamdulillah lulus :)
 



























  

5 April 2017 : Yudisium dan Sumpah Dokter
Alhamdulillah…















Dan sekarang, Mei 2017 itu adalah 

Wisuda dokter, tepatnya 19 Mei 2017….

Magang di Obgyn, Alhamdulillah dimulai di bulan ini, menjadi asisten disertasi dosen dokter spesialis Obgyn, mulai dari melist gen-gen terkait prolaps organ panggul dari 62 jurnal, bikin PPT usulan penelitian, and what next?... yg semangat ya Alin, yg sabar dan tabah, tujuan utama sih buat cari duit, tapi tujuan lain cari pengalaman, kali aja dapat rekomendasi jadi residen obgyn, atau bisa S2 (magister), S3 (doctor), atau Phd.. dan professor.. Aamiin

Persiapan Nikah. Bismillaah.. Alhamdulillah, lagi proses urus surat ke kantor KUA. Mohon doanya. Dilancarkan dan dimudahkan. Ya Allah, jika ia jodohku dan memberikan keberkahan untukku, maka dekatkanlah. Aamiin.

Selasa, 02 Mei 2017

Bismillaah (2)...

Bagian tertentu pada Film Tausiyah Cinta yang bikin aku tersentuh dan menangis terisak 😭😭😭

kata Rein (bintang utama) kepada Ayahnya :

Rein : Ayah, Rein ingin menikah dengan seorang laki-laki yang jika bersamanya Allah dan syurgaNya terasa lebih dekat. Bagi Rein sekarang, Allah dan agama islam adalah segalanya Yah. Laki-laki shaleh akan membukakan pintu-pintu kebahagiaannya untuk Rein. Sekalipun itu dengan cara yang sederhana.

Ayah : tapi, apa kamu yakin bisa mencintai seseorang yang shaleh itu

Rein : seiring berjalannya waktu. Ketika akad itu diucapkan. akan Rein biarkan benih cinta itu tumbuh. Akan Rein biarkan ia tumbuh pada tanah yang tepat. Karena cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari.

Ayah : Semoga Allah memberkahimu nak. Sekarang saatnya kamu menentukan pilihan. mencari pendamping hidup yang senantiasa setia dalam suka dan duka mu.

Rein : 😭 Maafkan Rein ayah karena belum bisa berbakti kepada Ayah dan Ibu. Maafkan Rein karena Rein belum bisa membahagiakan ayah dan ibu. Malah Rein sudah ingin menikah saja. Kalau ayah mau, Rein akan mengurungkan niat ini yah

Ayah : Astaghfirullah. kalau Rein mau menikah. menikahlah. Jika Rein memang bahagia dengan pernikahan itu. Ayah dan Ibu pasti senang kog. pasti bahagia juga. InsyaAllah Ayah dan ibu siap melepasmu nak.

Minggu, 05 Maret 2017

Bismillaah...

Repost tulisan someone whom I never know but I love her writehand..kak @dewi lestari.

Minggu, 26 Februari 2017

Harapan dan Doa

Alhamdulillah...
Ujian ukmppd feb 2017 cbt osce selesai. Next. Ujian toefl.

Ya Allah.. Luluskan hamba ujian ukmppd feb 2017 cbt osce ini Ya Allah. One shoot.  Dengan nilai baik. Aamiin Ya Rabb..

Ya Allah.. Luluskan hamba ujian ukmppd feb 2017 cbt osce ini Ya Allah. One shoot.  Dengan nilai baik. Aamiin Ya Rabb..

Ya Allah.. Luluskan hamba ujian ukmppd feb 2017 cbt osce ini Ya Allah. One shoot.  Dengan nilai baik. Aamiin Ya Rabb...

Doa ini akan selalu terucap dalam sujud lima waktu. Dalam sujud malam tahajud. Dalam helaan nafas. Dalam hembusan nafas. Dalam air mata yg mengalir. Dalam detak jantung. Dalam denyutan nadi 😭😭😭

Hamba tau Ya Allah. Usaha hamba masih kurang. Ibadah hamba masih pas pasan. Tapi. Luluskanlah Ya Allah. "lulus" saja sudah cukup.  Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..

Kamis, 19 Januari 2017

Hemat

Akhir-akhir ini banyak sekali pengeluaran. Fotokopi soal mulai dari soal TO aipki,  soal padi,  soal retaker,  soal optima,  dan banyak lagi soal lainnya. Bahas soal sampai mual muntah katanya. Alhasil kantong kering sekering keringnya. Cuma sisa beberapa ribu saja di kantong. Beli makan dan jajan dipikir-pikir dulu. Pengen sih puasa nabi daud lagi. Tapi klo niatnya cuma buat ngemat gag afdhol kan ya.

Waktu Bayar UKMPPD pun udah dibuka sampai rabu depan. Aku dan 4 orang teman lainnya yang juga menerima beasiswa bidik misi mencoba ngajuin pembebasan bayar UKMPPD ke dekanat. Semoga dikabulkan ya.. Aamiin..

Jumat, 06 Januari 2017

Manajemen Stress, Makanan bergizi, Olahraga teratur?



Lama tak menulis... Terakhir menulis tentang menyambur ramadhan lalu. Tepat selesai siklus jiwa. Lagi-lagi klo stress ujian muncul ide buat nulis atau ngerjain hal ini. � Ketika temen2 yang lain mampu membahas ratusan soal. Ku hanya merangkak seperti kura-kura. Kata temen : “dipaksain kak”.. Tapi boleh gag nulis dulu.���

Akhirnya aku sampai pada tahap ini �. Rotasi dua. Mencari pengalaman 10 minggu di dua puskesmas : Belimbing dan Nanggalo. Ternyata kerja di Puskesmas stressnya gag setinggi di Rumah Sakit…���

Teringat penjelasan dan diskusi dengan dokter preseptor Puskesmas beberapa hari yang lalu. Kami, dokter muda. Sering memberi edukasi pada pasien tentang manajemen stress, makanan bergizi, dan olahraga teratur. Tapi kalau ditanya lebih lanjut dan disuruh jelasin jadi agak terbata-bata. �

Pertama : Manajemen stress Kalau biasanya bilang ke pasien “kurangi stress ya pak, bu”..nah loh.. Gimana cara ngurangi stress kalo stressornya aja masih ada �.. Ibuk preseptor puskesmas pun berbagi ilmunya. Ada empat cara manajemen stress. yaitu ventilasi (menceritakan masalah kepada orang lain), relaksasi (menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya), rekreasi (mengalihkan ke hobi seperti menulis, membaca, menonton, travelling,dll), dan meningkatkan iman dan taqwa. Yuuk di coba satu-satu.

Kedua : makanan bergizi Apa sih yang dimaksud makanan bergizi? Kalau dulu disebut empat sehat lima sempurna. Kalau sekarang lebih ke gizi seimbang. Cukup karbohidrat (nasi, kentang, ubi-ubian,dll) , protein dan lemak (telur, ikan, ayam, dll), serat, vitamin, mineral (sayur, buah,dll), air putih, minum susu "jika suka dan sanggup membeli". Perlu ditekankan kata “cukup” ,gag kurang dan gag berlebihan. Gag perlu mahal juga. Sesuai kemampuan aja dan bervariasi tentunya ���

Ketiga : olahraga teratur. Ini merupakan hal yang agak sulit. Terkadang kita berfikir bahwa aktivitas sehari-hari seperti mencuci, memasak, bergerak sudah dianggap olahraga. Padahal kaidah olahraga itu adalah benar (pemanasan, inti, dan pendinginan), lama minimal 30 menit, minimal 3 kali seminggu, dan sesuai (sesuai dengan kondisi fisik dan tidak membosankan. Intinya menyenangkan �)

Itu sedikit ilmu yang didapat dan coba share biar ingat. Yuuk sama-sama saling koreksi jika ada yang kurang tepat..Yuuk sama-sama berusaha tuk diaplikasikan ���

Selasa, 07 Juni 2016

Bismillaah.. Neuro..

Bismillaah...
Bismillaah...
Bismillaah...

Berulang kali ku berucap, dalam cemas, dalam takut, dalam was was...

Mengapa?

Karena kali ini adalah tentang NEURO
siklus yang katanya paling berat, dan aku harus menjalaninya di sepanjang ramadhanku. kuatkanlah aku Ya Allah..
siklus yang kata segelintir orang bisa dapat A, tapi segelintir orang pun tidak lulus mungkin karena OSCE, karena ATTITUDE, dll.. dan aku menjalaninya di siklus-siklus akhirku, mulai abulia.
siklus yang banyak order KI, lelah... katanya interne + anak versi kecil, Astaghfirullaah.. Ampuni hamba Ya Allah. Akankah aku kuat menjalaninya di bulan puasa ini.
Siklus yang...

Aku tak bisa berucap lagi.
Aku memang mengeluh, Astaghfirullaah..
Tapi apalah daya,
Aku kali ini lebih suka berpasrah. Karena ketika berpasrah aku akan ikhlas dan yakin akan pertolonganNya.
Hanya itu.

Kamis, 02 Juni 2016

Menyambut Ramadhan

Kali ini tentang datangnya bulan yang dinanti-nanti umat islam, bulan penuh berkah, penuh ampunan. Ternyata H min 3.

Akhir-akhir ini aku disibukkan oleh ujian siklus jiwa dan pikiran-pikiran tentang menjalani siklus neuro di bulan ramadhan hingga harunya bulan ramadhan dirasa berkurang dan mengambang di udara.

Namun, ada segelintir orang, disebuah bangsal yang baru satu bulan ini ku kenal, setiap hari senantiasa mengingatkan ku tentang ramadhan.

Pertama... seorang laki-laki, usia 19 tahun, dengan kepala yang plontos (gundul), wajah datar, setiap kali aku berkunjung dan datang dia akan berkata “wak 7 hari lai pulang yo buk, wak puaso dirumah?” aku akan menjawab dengan baik “iyo, wak caliak perkembangan “I” dulu yo” . Ia akan diam mendengar jawabanku, lalu pergi, berlalu, dan menuju petugas lain dan berkata hal yang sama. Esok harinya pun demikian. Setiap kali aku datang. Sosok ini akan kembali berkata “wak 6 hari lai pulang yo buk. wak puaso dirumah”. aku akan mencoba menjawab dengan baik tanpa menyakiti hatinya atau memberi janji. “Siapo mangicek an samo “I” kalau 6 hari lai pulang?” Dia akan tetap menjawab “wak 6 hari lai pulang yo buk. wak puaso dirumah”. Dan aku akan mengakhiri dengan “iyo, wak caliak perkembangan “I” lu yo. rajin makan ubek yo”. Dia akan pergi, berlalu, dengan muka datar. Aku pertama kali mengenal sosok I ketika I datang bersama ayah dan ibunya ke IGD. Berdasarkan anamnesis dari keluarga. Sebut saja namanya “I”, marah-marah dan memukul orang tuanya (ibunya) satu hari sebelum datang ke RS, terdapat riwayat kecelakaan lebih kurang delapan bulan yang lalu, tidak sadarkan diri, kejang, dan dirawat di sebuah RS. Pasien pun dikenal menderita epilepsi dan mendapat obat epilepsi. Terakhir kejang dua bulan yang lalu. Ketika ditanya saat datang ke IGD kepada “I” : “Baa kok I sampai dibao ka siko”, I menjawab : “suntik mati selah wak lai buk”. Sosok ini mengingatkanku pada adik dirumah. Memang umur antara mereka berdua beda 5 tahun. Tetapi ketika melihat wajah I, entah mengapa jadi ingat adik laki-lakiku dirumah. Semoga Allah senantiasa menjaganya. “Cepat sembuh ya I". Ingin sekali aku bercerita dengan I, tetapi setiap kali ditanya, dia akan menjawab sedikit atau hanya diam, pergi berlalu, tidak bisa duduk tenang, tidak bisa diam, suka berpindah-pindah, tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Kedua... seorang laki-laki, 23 tahun. Aku mulai mengenalnya ketika pertama kali memasuki bangsal ini. Aku memilihnya untuk mejadi salah satu pasien yang di follow up. Pertama kali bertemu ia suka senyum dengan wajah polosnya. Satu minggu terakhir aku memilihnya untuk menjadi pasien ujian karena berdomisili di daerah Padang. Akupun mulai berkenalan dengannya, menanyakan kabar, sejak kapan dirawat, kenapa bisa dirawat, dll. Sosok ini akan menjawab sekedarnya. Raut wajahnya tampak kosong dan sendu. Aku hanya mendapat sedikit informasi ketika mengobrol dengannya, mungkin karena tidak seperti pasien lain yang banyak bicara, ia hanya sedikit berbicara. Ketika akan ujian, aku pun home visite kerumahnya. Siang hari, usai post dinas malam dan paginya masih mewawancarai G(sebut saja nama sosok ini G), aku bersama seorang teman berkunjung kerumahnya. Walau awalnya tersesat, aku pun sampai dirumah G ketika maghrib. Aku pun agak terkejut, yang ku jumpai adalah sebuah rumah kecil dengan kedai di bagian depannya, ada seorang laki-laki usia 60 an (ayah G), perempuan usia 50an (ibu tiri G), dan dua orang anak laki-laki (adik tiri G). Aku pun mulai berkenalan dengan mereka. Kami pun mengobrol tentang G, mulai dari kenapa ia bisa dirawat di RS, awal pertama sakitnya, dan semua tentang G. Obrolan dan wawancara pun selesai. Aku pun pamit pulang. Ketika di angkot pulang menuju kos. aku berpikir. Aku bersyukur misi ku terselesaikan, keluarga G welcome. Namun, aku kemudian tertegun dan terharu. Bagaimana tidak. Sosok G yang baru ku kenal ternyata adalah seorang anak yang sudah ditinggal ibu kandung nya sejak usia 6 tahun. Ibunya meninggal dunia dan ia pun tinggal bersama "etek"nya. ketika kecil, G dikenal sebagai sosok baik, patuh, pintar, tetapi pendiam dan tertutup. Ketika SMP, ia mengeluhkan "takut-takut" dan sering mimpi buruk dan melihat bayangan ibu kandungnya datang kepadanya. "etek" nya pun membawanya ke puskesmas. Di puskesmas ia mendapat obat yang hanya dapat dibeli di apotik diluar puskesmas. Ketika kelas 1 SMA, G ingin masuk SMK jurusan penjualan. Namun, ketika mendaftar, G terlambat dan sang ayah pun mengatakan "untuk apa sekolah jurusan penjualan, jualan aja lah di pasar". Akhirnya G melanjutkan sekolah ke SMA swasta. Ketika kelas 3 SMA, G ingin mempunyai motor, tetapi ia takut mengatakan kepada ayahnya, Ia hanya diam dan bermenung. Pernah suatu kali mencoba meminta, tetapi tak kunjung dikabulkan. G pun pergi ke Pulau bersama teman SMA dan guru komputer untuk acara sekolah. Sepulang dari Pulau, G demam dan menggigil, makan obat yang dibeli di warung, dan berobat tradisional. G merasa baikan, tetapi malas pergi ke sekolah. Ayahnya menyuruh ke sekolah, G tetap naik angkot ke sekolah, tetapi tidak menuju sekolah melainkan ketempat lain yang tidak tentu arah. G mulai bingung-bingung. G sering mondar-mandir dirumah, dan bertingkah aneh. Dia pun dirawat. Ini cerita untuk pertama kalinya dirawat dibangsal ini. Kedua kalinya dia dirawat karena memanjat tiang listrik, kesetrum, dan dibawa ke RS, dan ketiga kalinya (saat ini) dibawa ke RS karena marah dan memukul pintu yang diawali menung-menung dan malas beraktivitas. Dua bulan sebelum masuk RS (saat ini) nenek G yang dicintainya meninggal dunia, dia sedih dan menung-menung. Mmm... inilah serangkaian kisah G yang ku dapatkan dari cerita G sendiri dan ayah kandungnya. Tadi pagi ketika ku temui G, ia tampak sendu, malas bergerak, mudah lelah, suka membaringkan diri dilantai bangsal dan tidur-tiduran. Ketika ditanya, dia mengatakan tubuhnya kembali kaku. Kemaren sudah di beri THP. Aku pun bertanya bagaimana perasaannya hari ini, dia menjawab senang dan baik. Namun, dari raut wajahnya sepertinya berkata lain. Dia ingin cepat pulang, puasa dirumah bersama ayah, ibu, dan adiknya dan kembali bekerja ke pasar, "manggarobak"an barang-barang. Dia pun menambahkan akan berjualan cendol karena kebetulan mau bulan puasa. Aku pun berpesan, agar dia bersemangat, senantiasa bertanya padanya apa ada yang ingin dia ceritakan walau selalu jawabanya adalah "tidak ada" dan mengingatkannya untuk patuh minum obat.

Ketiga... seorang laki-laki, kira-kira 45 tahun. Sebut saja Tn. E. Sosok ini berbeda dari dua sosok diatas. Tn E adalah sosok yang cerewet walau bicaranya kacau, suka tertawa disetiap akhir ceritanya, tetapi dia baik, sopan, dan ramah. Setiap kali bertemu dan mengobrol, selalu bersemangat. Kadang kami bercerita tentang hal-hal dengan topik yang melompat-melompat. Tn E sering mengujiku tentang ilmu matematika, ilmu fisika, ilmu bahasa asing, dll. Alkisah, beliau pernah bercerita bahwa dulunya beliau waktu SMP adalah sosok paling pintar di Kabupatennya. Ketika melanjutkan SMA, beliau dan keluarga memutuskan untuk melanjutkan di kota besar (Padang). Namun, karena banyaknya saingan, beliau tidak lagi menjadi terbaik di sekolahnya (SMA), beliau pun mulai mengalami gangguan jiwa. Beliau juga pernah bercerita bahwa beliau masuk kuliah perikanan di Pekanbaru kemudian dijodohkan oleh keluarga. Mmm cerita yang rumit. Ketika ditanya, bagaiman perasaan Tn E ketika akan masuk bulan puasa. Tn E pun menjawab bahwa dia tidak ingin pulang dan ingin tinggal di bangsal ini saja. Saya pun bertanya kenapa. Beliau hanya berkata "dirumah beko eboh-eboh lo, banyak yang batangka ka bulan puaso ko, manantuan bulan, hahahaha". Saya pun ikut tertawa.

Mmm... demikianlah cerita segelintir orang yang mengingatkanku tentang ramadhan yang datang sebentar lagi. Aku bersyukur masih dapat menyambut ramadhan dengan kondisi "baik", "sehat", sehat jasmani dan rohani, sehat jiwa dan raga. Namun, segelintir orang disana, dibangsal itu, jiwanya sedang tidak sehat. Hikmahnya, aku bersyukur dan senantiasa memanfaatkan ramadhan kali ini untuk memperoleh pahala, ampunan, berkah hingga fitrah.Aamin

Jumat, 27 Mei 2016

Tulisanku : Ma'af

Sekali lagi maaf

Maaf guruku...
Aku mungkin bukan murid yang tau sopan santun...
Maaf guruku...aku memang murid yang tidak tau diri...

Maaf guru SD ku, waktu itu aku tidak tidak tau sopan santun.
Maaf guru SMPku, waktu itu aku tidak mendengar nasehatmu.
Maaf guru SMAku, aku meninggalkan jurusanku
Maaf konsulenku, aku mengabaikan sms mu yg menkonfirmasi bagaimana kabar pasien.

Aku sadar.
Aku orang yg acuh tak acuh.
Anak yang mungkin berusaha penurut tapi rendah dalam sopan santun dan tatakrama.
Maaf guruku.
Maaf...
Maaf,,,
Aku tau perasaanmu, anak muridmu ini mengecewakanmu.
Aku tau perasaanmu, anak muridmu ini tidak menghiraukanmu.
Maaf guruku, ampuni aku.
Apa yang harus ku lalukan hingga engkau mau memaafkanku?
:"( :"( :"( :"(


Sabtu, 14 Mei 2016

Sepertiga Malam : Do'aku

Jadi ingat, materi salah satu konsulen psikiatri tentang siklus kehidupan dan stressornya. Untuk seumuranku, stressornya adalah cita dan cinta..

Ya Allah, mudahkankah dan kuatkanlah ku dalam menggapai cita, luluskanlah dan tidak ngulang siklus obgyn kmrn, luluskan dan tidak ngulang untuk siklus sisa (jiwa, neuro, radio, anestesi), lancarkanlah rotasi 2 ku, bisakanlah aku ikut UKMPPD tepat waktu dan lulus one shoot. Aamin

Ya Allah, mudahkanlah aku dalam hal jodoh di waktu yang tepat. Jika waktu yang tepatnya, dalam waktu dekat, maka dekatkanlah dan mudahkanlah. Jika tidak dalam waktu dekat, ku yakin diwaktu yang tepat. itu untuk waktu. Untuk orangnya, aku yakin dan percaya akan takdirMu. Untuk usaha, Hamba memang saat ini bisa dikatakan tidak tau usaha yang sesuai syariat itu gimana? tentu tidak dengan pacaran. dengan pendekatan personal apa bedanya dengan pacaran? dengan minta mama jodohin tp malah jadi takut. minta dijodohin lewat liqo' Astaghfirullah, aku sudah lama gag liqo'.. Ya Allah Ampuni aku.

doaku pun berakhir.

Teman

Tentang seorang teman,
Aku terkadang memang tak terlalu peduli dan memikirkan...

Apakah aku punya teman dekat? sahabat? teman terbaik? teman yang senantiasa ada?
atau apakah aku pantas menjadi teman? terbiasa sendiri? introvert? suka sendiri?

Apa teman sesekolah dulu? sekampus? sesiklus? sedinas? dll...

Alhamdulillah, ada juga yang care, apa aku care,
Alhamdulullah, ada juga yang ngajak buat belajar bareng UKMPPD. Alhamdulillah. tp maaf kadang alin kelelahan, gag ikut belakar bareng. ato kadang males, ato kadang syetan menggoda dengan bisikin "kamu tu gag malu, klo lagi bahas soal bareng, yang lain banyak tau, kamu hanya melongo, iya-iyain".. Astaghfirullah, harusnya bisikan syetan itu ku lawan "gag kok, kita semua sama2 belajar, jika memang aku banyak gag tau dibanding yang lain, berarti itu positifnya, memotivasi belajar more and more"..

Film Surga Yang Tak Dirindukan

Assalaamu'alaikum wr wr...
para pecinta film indonesia yang keren2 dan sarat makna..
mmm.. harusnya bikin case,,,eh malah bloging.. Astaghfirullaah..
sebenarnya nonton film SYTD (Surga Yang Tak Dirinduka) nya ud beberapa bulan yang lalu, waktu siklus forensik, bulan februari/ maret.

sebenarnya agak kurang nangkap juga maksud filmnya. Klo disimpulin secara umum, film ini tentang bagaimana seorang wanita yang secara naluri gag bisa menerima untuk dimadu. Tapi apalah daya. Kita hambaNya tentu harus ikhlas akan takdirnya. Bahkan Allah dan Rasulullah pun telah berfirman dan bersabda tentang bagaimana hukum poligami.

Bagaimana pendapatku?
tentang poligami?
sejauh ini, hingga detik ini.. aku hanya bisa bergumam sambil mikir klo ditanya, mau gag dipoligami?
Aku takut bilang "tidak mau" karena itu berarti mengingkari firman Allah dan sabda Rasulullah. Aku juga takut untuk bilang "mau", Apakah aku kelak sanggup, membagi cinta dengan yang lain. Semua masih penuh pertanyaan. Hanya saja kali ini aku belajar untuk memahami. Bahwa Allah memberi takdir terbaiknya.

"Allah bisa saja memberimu nikmat dengan memberikan seorang suami yang utuh bagimu. Namun, Allah juga bisa memberimu nikmat dengan memberi kesempatan untukmu mendapat pahala untuk keikhlasanmu dipoligami."

Minggu, 08 Mei 2016

Siklus 9# Obgyn

Besok adalah penentuan, apakah aku lulu ato gagal.
Ya Allah, luluskanlah aku Ya Allah, dengan nilai terbaik. Aamin...

Berikut cerita obgynku,
lama siklus ini adalah 9 minggu.
Minggu 1 : masih pembekalan dan materi untuk kedaerah dan pembagian daerah. ada 5 daerah : Padang, Painan, Damasraya, Pariaman, Batusangkar. dan.. aku dapat di
Minggu 2, 3 : Padang, geges ilmiah
Minggu 4,5 : Pariaman, Alhamdulillah bisa maen ke pantai gondoriyah, makan nasi sek, makan sala lauk, minum kelapa muda, yang enak banget (mungkin karena kesananya selalu pas lagi lapaar.
Minggu 6,7 : Batu sangkar, lelah dinas proloong  ganti hari
MInggu, 8,9 : persiapan ujian dan ujian mcq dan osce...

Sayangnya klo lagi di Padang, males foto2...

PARIAMAN













BATU SANGKAR







Entri Terbaru

Tokoh Indonesia dan Nilai Berakhlak